Di Bawah Kepemimpinan Gus Fawait, Bantuan Pangan Jember Perkuat Ekonomi Petani Lokal

SUARA PAGI
5 Min Read

JEMBER, Suarapaginew.com – Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Dr. M. Fawait kembali menyalurkan Bantuan Pangan (Bapang) kepada masyarakat di Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang, Rabu (19/8). Program ini bukan sekadar bantuan sosial biasa, melainkan strategi cerdas yang sekaligus menyejahterakan petani lokal dan menjamin ketersediaan pangan bagi warga yang membutuhkan.

Sebanyak 748 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan beras sebanyak 30 kilogram per keluarga. Penyaluran ini diharapkan mampu meringankan beban pengeluaran rumah tangga, terutama di tengah kebutuhan hidup yang terus beragam, sehingga warga dapat mengalokasikan anggaran keluarga untuk keperluan lain yang juga mendesak.

Yang patut diapresiasi dari kebijakan Gus Fawait ini adalah: beras yang disalurkan murni hasil produksi petani Jember sendiri. Tidak didatangkan dari daerah lain, melainkan menyerap hasil panen petani lokal. Artinya, uang daerah tetap berputar di Jember, petani mendapatkan pasar yang pasti, dan warga menerima produk terbaik dari tanah kelahirannya sendiri.

Keberhasilan penyaluran ini berkat sinergi yang kokoh antara Pemerintah Kabupaten Jember, Perum Bulog Cabang Jember, Kodim 0824/Jember, serta pemerintah kelurahan. Kerja sama ini membuktikan bahwa dengan koordinasi yang baik, kebijakan daerah bisa langsung menyentuh dua sasaran sekaligus: memberi perlindungan bagi konsumen dan meningkatkan kesejahteraan produsen.

Camat Patrang, Ajib, S.IP., turut mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. “Semoga bantuan pangan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan perekonomian lokal secara berkelanjutan,” ujarnya.

Kebijakan ini sejalan dengan visi Gus Fawait membangun kemandirian daerah. Dengan slogan “Dari petani Jember, kembali untuk masyarakat Jember”, pemerintah daerah ingin menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan hanya soal memberi makan rakyat, tetapi juga soal menghormati dan mensejahterakan mereka yang bekerja keras menanamnya.

Langkah ini pun menjadi fondasi kuat bagi Jember untuk tidak bergantung pada pasokan dari luar, melainkan membangun kemandirian pangan yang berkelanjutan. Di bawah arahan Gus Fawait, setiap kebijakan selalu dirancang agar manfaatnya berputar dan kembali kepada rakyat Jember sendiri.

Akhmad Helmi Luqman, S.Sos., Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jember, tampak memberikan penjelasan kepada awak media di lokasi penyaluran Bantuan Pangan (Bapang) yang digelar Pemerintah Kabupaten Jember. Kehadiran beliau di lapangan menegaskan komitmen Dinas Sosial dalam memastikan bantuan sosial tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan.

Dalam kesempatan tersebut, Akhmad Helmi Luqman menekankan bahwa program bantuan pangan ini bukan sekadar menyalurkan beras kepada warga. Lebih dari itu, skema yang dirancang Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Dr. M. Fawait ini juga memiliki misi ganda: membantu meringankan beban keluarga penerima manfaat sekaligus menyerap hasil panen petani lokal Jember.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah anggaran sosial yang dikeluarkan pemerintah daerah juga berputar dan bermanfaat bagi warga Jember sendiri. Beras yang kami salurkan adalah hasil kerja keras petani di tanah kelahiran kita. Jadi, bantuan ini menghubungkan dua pihak yang sama-sama membutuhkan dukungan: petani yang butuh pasar pasti dan warga kurang mampu yang butuh jaminan pangan,” ungkap Akhmad Helmi Luqman saat diwawancarai.

Penyaluran bantuan pangan yang melibatkan sinergi lintas instansi ini dinilai sangat strategis. Dinas Sosial berperan memverifikasi data keluarga penerima manfaat agar bantuan tepat sasaran, sementara kerja sama dengan Bulog dan Kodim memastikan pasokan dan distribusi berjalan lancar hingga ke tangan warga.

“Kami terus berupaya menyempurnakan data penerima bantuan agar tidak ada yang terlewat maupun yang tumpang tindih. Dengan sistem yang terintegrasi, kami berharap bantuan sosial di Jember semakin akurat, transparan, dan benar-benar menjangkau mereka yang paling membutuhkan,” tambahnya.

Kehadiran langsung pimpinan dinas ke lokasi penyaluran juga menjadi bentuk pengawasan sekaligus evaluasi di lapangan. Akhmad Helmi Luqman memastikan proses penyaluran berjalan tertib, transparan, dan tidak ada kendala yang menghambat warga menerima haknya.

Langkah ini sejalan dengan visi besar pemerintah daerah: membangun kemandirian pangan yang berkeadilan. Dari petani Jember, kembali untuk masyarakat Jember — sebuah siklus kebaikan yang terus dijaga dan diperkuat oleh jajaran pemerintah daerah demi kesejahteraan seluruh warga. (Win)

Share This Article
Tidak ada komentar