JEMBER, Suarapaginews.com — Perbandingan angka penurunan penduduk miskin di dua daerah menunjukkan hasil yang luar biasa untuk Kabupaten Jember.
Jika Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mencatat penurunan sekitar 6.500 orang dalam kurun waktu enam bulan, Bupati Jember Muhammad Fawait justru mencatat capaian yang lebih dari dua kali lipat, yakni sekitar 16.000 warga berhasil keluar dari garis kemiskinan, Jum’at 6 November 2026.
Data BPS DKI Jakarta menyebutkan, per Maret 2026 jumlah penduduk miskin di Ibu Kota berkurang dari 439.120 orang menjadi 432.620 orang — turun sekitar 6.500 jiwa dalam setengah tahun. Tingkat kemiskinan di Jakarta pun turun tipis dari 4,03 persen menjadi 3,96 persen.
Sementara itu, di Kabupaten Jember, di bawah kepemimpinan Gus Fawait, strategi pengentasan kemiskinan menunjukkan hasil yang jauh lebih signifikan. Angka penurunan mencapai 16.000 jiwa, angka yang lebih dari dua kali lipat dibandingkan capaian Jakarta dalam periode yang sama.
Perbedaan angka ini menunjukkan bahwa pendekatan yang diterapkan Gus Fawait — dengan program langsung ke masyarakat seperti Bunga Desaku, layanan kesehatan gratis, insentif guru ngaji, serta jaring pengaman sosial yang menyasar langsung warga yang membutuhkan — terbukti memberikan dampak yang lebih cepat dan terukur.
“Ini membuktikan bahwa ketika program pemerintah hadir langsung di tengah masyarakat, bukan hanya di atas kertas, perubahannya akan terasa lebih nyata. 16.000 warga Jember yang tak lagi berada di bawah garis kemiskinan adalah bukti bahwa strategi yang tepat sasaran selalu akan memberikan hasil yang lebih besar,” ujar pengamat sosial di Jember.
Meski Jakarta juga mencatat perbaikan, angka Jember menunjukkan bahwa skala penurunan yang jauh lebih besar bisa diraih dengan pendekatan yang tepat sasaran, berbasis pemberdayaan warga di tingkat desa, serta sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan masyarakat luas. (Win)


