Jalur Ekstrem Tak Halangi Gus Fawait: Naik Motor ke Pelosok Sucopangepok Pastikan Homecare Tepat Sasaran!

SUARA PAGI
3 Min Read

JEMBER, Suarapaginews.com — Jalan sempit, berbukit, dan sulit dilalui kendaraan roda empat bukan alasan untuk meninggalkan warga di pelosok. Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, justru memilih menaiki sepeda motor untuk menyusuri jalur ekstrem di Desa Sucopangepok, Kecamatan Jelbuk, demi memastikan program unggulan Homecare benar-benar sampai ke mereka yang paling membutuhkan, Senin (5/10)

Medan di wilayah ini memang dikenal berat, akses menuju rumah-rumah warga di pelosok jauh lebih mudah dilalui kendaraan roda dua. Alih-alih meminta warga yang datang, Gus Fawait turun langsung bersama tim tenaga kesehatan dari Puskesmas Jelbuk, menyusuri jalan setapak hingga ke kediaman para lansia, warga sakit kronis, dan keluarga rentan.

“Kalau jalannya sulit dilewati mobil, bukan berarti pelayanan berhenti. Justru di situlah kita harus hadir,” ujar Gus Fawait di sela perjalanan.

Dengan helm di kepala dan pakaian sederhana, Gus Fawait menyapa warga satu per satu. Ia bertanya langsung: apakah tim medis sudah datang? Apakah obat diberikan? Apakah perawatan dilakukan dengan tulus? Bagi beliau, laporan di atas kertas belum cukup,  harus dibuktikan dengan apa yang dirasakan warga sendiri.

“Homecare bukan sekadar program di papan pengumuman. Artinya, kalau warga sulit ke puskesmas, kitalah yang mendatangi mereka. Di mana pun tinggalnya, sejauh apa pun jalannya,” tegasnya.

Kehadiran rombongan ini disambut haru oleh warga. Banyak lansia yang mengaku tidak menyangka pemimpin daerah sudi datang hingga ke rumah mereka yang tersembunyi di balik bukit.

“Kami kira dilupakan, ternyata Bapak Bupati datang sendiri naik motor. Terima kasih, perhatian ini lebih berharga dari apa pun,” ungkap salah seorang warga lanjut usia yang dikunjungi.

Gus Fawait menegaskan kepada seluruh jajaran Pemkab Jember, khususnya petugas kesehatan: medan yang berat tidak boleh menjadi alasan pelayanan tertunda. Justru wilayah yang paling sulit dijangkau itulah yang paling membutuhkan perhatian.

“Kalau jalannya berat, kita naik motor. Kalau motor tidak bisa, kita jalan kaki. Pelayanan tidak boleh berhenti di jalan yang sulit. Kewajiban kita sampai, titik,” pungkas Gus Fawait.

Langkah ini menjadi bukti nyata: pemerataan pelayanan kesehatan di Jember tidak mengenal batas medan, jarak, maupun akses. Semakin sulit dijangkau, semakin harus dipastikan tidak ada warga yang tertinggal.

SPN: Win

Share This Article
Tidak ada komentar