JEMBER, Suarapaginews.com — Bupati Jember, Muhammad Fawait, kembali menekankan pentingnya perhatian terhadap sarana dan prasarana pendidikan di wilayahnya. Saat meninjau langsung kondisi SDN Sucopangepok 2, beliau mendorong pihak sekolah untuk tidak menunda menyampaikan kondisi riil bangunan dan fasilitas yang ada, Senin (5/10)
Gus Fawait menyampaikan pesan yang tegas namun mendukung: jangan menunggu sampai kerusakan menjadi parah baru melaporkan ke pemerintah. Laporan yang disampaikan sejak dini menjadi kunci agar kebutuhan perbaikan bisa segera diketahui, diproses, dan ditindaklanjuti sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar.
“Laporkan sejak dini. Jangan tunggu sekolah rusak parah baru dilaporkan! Kerusakan yang dibiarkan akan semakin berat dan pada akhirnya mengganggu kenyamanan serta keselamatan proses belajar mengajar anak-anak,” tegas Gus Fawait.
Beliau menegaskan adanya tanggung jawab dua arah: pihak sekolah harus aktif menyampaikan apa yang dibutuhkan, dan pemerintah wajib bergerak cepat merespons laporan tersebut.
“Sekolah harus aktif melapor, pemerintah harus cepat bergerak. Karena ruang belajar yang aman dan layak adalah bagian penting dalam menciptakan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak Jember,” ujarnya.
Kehadiran Bupati di SDN Sucopangepok 2 bukan sekadar meninjau fisik bangunan, melainkan membangun kesadaran bersama: setiap kerusakan yang tertunda adalah kerugian bagi masa depan anak-anak. Melalui komunikasi yang terbuka dan cepat, Pemkab Jember berkomitmen memastikan tidak ada satupun ruang kelas yang ditinggalkan dalam kondisi memprihatinkan.
Langkah ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya soal kurikulum dan pengajar, tetapi juga lingkungan yang aman, nyaman, dan layak tempat di mana anak-anak bisa tumbuh dan belajar tanpa rasa khawatir.
SPN: Win


