Perum Perhutani KPH Telawa Pastikan Tanaman Tahun 2025 Tumbuh Baik, Persiapan Evaluasi Tanaman Tingkat Divre

SUARA PAGI
3 Min Read

BOYOLALI, Suarapaginews.com – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Telawa melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) tanaman di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kedungcumpleng untuk memastikan pelaksanaan kegiatan pemeliharaan tanaman tahun ke II (2025) sesuai rencana,Pada hari Sabtu tanggal (26/09/2026).

Kegiatan pemeriksaan tanaman tahun 2025 di petak 204 C luas13,6 ha Tanaman Jati Plus Perhutani (JPP) Resort pemangkuan Hutan Ngaren BKPH Kedungcumpleng dilaksanakan langsung oleh Administratur/ KKPH Telawa Titus Aryanto bersama Kepala Seksi Produksi dan Ekowisa Darmanta didampingi Kepala BKPH Kedungcumpleng Giyatno dan Kepala Resort Pemangkuan Hutan Ngaren Agus Tri Wahono.

Pemeriksaan di petak-petak tanaman tahun ke II (2025) dilaksanakan sebagai upaya dalam pengawasan tanaman serta memastikan perkembangan pertumbuhan tanaman sebelum pelaksanaan Evaluasi dan monitoring ditingkat Divisi Regional.

Pada kesempatan tersebut
Administratur/ KKPH Telawa Titus Aryanto menyampaikan bahwa,” monev tanaman merupakan kegiatan pemantauan perkembangan pertumbuhan tanaman muda. Dalam pengelolaan hutan dapat memberikan gambaran mengenai tingkat keberhasilan tanaman sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang ditemukan di lapangan. Hasil monitoring dan evaluasi tersebut selanjutnya menjadi bahan untuk menentukan langkah pemeliharaan dan kebutuhan sulaman untuk tercapainya target tumbuh yang optimal.

“Jajaran manajemen melakukan pemeriksaan secara rutin terhadap kondisi tanaman, tingkat pertumbuhan, keberadaan tanaman sebagai upaya dini sebelum dilakukan penyulaman.

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh pada semua petak tanaman agar kondisi tanaman dapat diketahui secara factual serta cepat menentukan tindakan-tindakan perbaikan tanaman yang diperlukan.” Ujar Titus Aryanto.

Sementara itu Asper/
Kepala Bagian Pemangkuan Hutan Giyatno menyampaikan bahwa,” upaya-upaya perbaikan pada tanaman muda dengan mengantisipasi agar kematian bibit bisa diminimalisir. Meningkatkan koordinasi dengan petugas lapangan dan masyarakat atau pesanggem yang terlibat dalam kegiatan pengelolaan tanaman. Perlunya sinergi yang baik antara petugas dengan penggarap dalam menjaga tanaman hutan dari berbagai potensi gangguan. Diharapkan tidak terjadi gangguan-gangguan tanaman kehutanan dari kegiatan palawija oleh masyarakat penggarap.

Hal tersebut ditambahksn oleh
Ketua Lembaga Masyakatat Desa Hutan (LMDH) Rekso Wono Supardi menyampaikan bahwa,” monev tanaman yang dilaksanakan jajaran manajemen KPH Telawa secara langsung di lokasi tnaman memberikan matovasi bagi pesanggem dalam mengetahui perkembangan tanaman. Arahan dan petunjuk teknis yang diberikan Perhutani memberikan inisiatif dalam pengelolaan tanaman lebih baik.

“Melalui monitoring secara rutin yang dilaksanakan Perhutani, dengan dialog bersama memberikan wawasan serta dapat mengantisipasi kendala-kendala yang ditemui dalam pembuatan tanaman di lapangan, sehingga pesanggem bersama jajaran Perhutani dapat mewujudkan keberhasilan tanaman serta menjaga kelestarian kawasan hutan,” Pungkas Supardi.

(Reporter BANU ABILOWO).

Share This Article
Tidak ada komentar