Dulu Beda Suara, Kini Satu Nada: Sinyal Dukungan PDIP ke Gus Fawait Membara Menuju Pilgub Jatim 2029

SUARA PAGI
2 Min Read

JEMBER, Suarapaginews.com — Angin perubahan mulai terasa kencang menjelang Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2029. Dua sinyal kuat datang dari arah berbeda, namun mengarah ke satu nama: Dr. Muhammad Fawait (Gus Fawait), Bupati Jember, Rabu (16/9/2026)

Dulu dikenal sering beda suara, kini nada dukungan justru mengalir dari barisan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Perubahan ini tampak jelas dari dua peristiwa yang terjadi hampir bersamaan.

Sinyal Pertama dari Bangkalan

Dalam acara PKDI Cup 2 Nasional 2026 yang dihadiri ribuan Kepala Desa, Bupati Bangkalan sekaligus Ketua DPC PDIP Bangkalan, Lukman Hakim, secara terbuka menyingkap kehadiran Gus Fawait sebagai pertanda masa depan pembangunan Jawa Timur.

“Kehadiran Gus Fawait di sini adalah sinyal kuat, bagaimana ke depan kita bersama-sama membangun Jawa Timur bersama beliau,” ujar Lukman di hadapan hadirin.

Sinyal Kedua dari Jember

Perubahan nada juga terasa di halaman DPRD Jember. Fraksi PDIP yang selama ini dikenal kritis terhadap pemerintahan Gus Fawait, kini justru mendoakan beliau dalam konteks pencalonan Pilgub Jatim 2029. Tak hanya itu, fraksi berharap program unggulan Jember Cinta Kesehatan dapat dirasakan pula oleh masyarakat Jawa Timur secara luas.

Sebelumnya, DPC PDIP Jember pun telah secara terbuka mengapresiasi program Home Care Jember dan menyatakan kesiapan bersinergi.

Gus Fawait: Fokus Kerja Dulu

Menanggapi rangkaian dukungan tersebut, Gus Fawait menyikapinya dengan tenang dan rendah hati.

Doa baik itu semua, apapun itu selama baik, tentu kami amini. Namun urusan Pilgub, izinkan saya untuk fokus dulu bekerja mewujudkan apa yang menjadi kewajiban kami di Jember,” ujarnya.

Peta Mulai Terbentuk?

Dari yang dulunya sering berbeda pandangan, kini mulai terlihat irama yang seirama. Jika dua sinyal ini terus bergerak searah, maka peta politik menuju Pilgub Jawa Timur 2029 perlahan namun pasti mulai terbentuk. Dan nama Gus Fawait tampak kian mencuat sebagai salah satu figur yang diperhitungkan — bukan sekadar wacana, melainkan dibangun di atas karya nyata yang mulai diakui.

Editor: Win

Share This Article
Tidak ada komentar