Surabaya, 13 September 2026 — PT Terminal Teluk Lamong (TTL) menempatkan personel pengamanan sebagai garda utama penjaga integritas perusahaan. Melalui sosialisasi Pengendalian Gratifikasi dan Sistem Pelaporan Pelanggaran (WBS)
yang digelar Jumat (11/9/2026), seluruh tim keamanan dilengkapi pemahaman menyeluruh agar senantiasa bersih, transparan, dan tegas menolak segala bentuk penyimpangan.
Sebagai pihak yang berhadapan langsung dengan banyak pihak di lingkungan pelabuhan, tim pengamanan menjadi sasaran utama kegiatan ini. Abu Hasan Asyari dari Unit Pengendali Gratifikasi TTL membuka acara dengan membedah berbagai wujud gratifikasi termasuk yang sering tidak disadari beserta risiko dan cara menangani benturan kepentingan saat bertugas di lapangan.
Selanjutnya, Muhammad Hariyanto dari Satuan Pengawas Internal TTL menjelaskan mekanisme Whistleblowing System. Sistem ini dirancang tidak hanya untuk memudahkan pelaporan dugaan pelanggaran, tetapi juga menjamin kerahasiaan serta perlindungan penuh bagi setiap pelapor.
Corporate Secretary TTL, Syaiful Anam, menegaskan bahwa kejujuran tim pengamanan adalah cermin kepercayaan publik. “Mereka adalah wajah pertama pelayanan terminal. Jika mereka kokoh pada prinsip, nama baik perusahaan pun terjaga.
Sosialisasi ini bukan sekadar menyampaikan aturan, melainkan menanamkan komitmen menjalankan tugas dengan bersih dan profesional,” ujarnya.
Suasana diskusi berlangsung hidup peserta aktif mengemukakan situasi nyata yang dihadapi sehari-hari dan mencari solusi bersama. Langkah ini sejalan dengan nilai-nilai Danantara Indonesia yang menjadikan kepatuhan dan tata kelola bersih sebagai pondasi utama keberlanjutan perusahaan.
Pewarta : Tim/ Red


