Saat BBM Belum Normal, Bupati Jember Hadirkan Solusi Nyata: Kurangi Antrean dengan WFH dan PJJ

SUARA PAGI
2 Min Read

JEMBER, SuarapagiNews.com – Menyikapi belum normalnya distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Jember, Bupati Jember mengambil langkah cepat dan berani demi menekan mobilitas warga sekaligus menjamin pelayanan publik tetap berjalan optimal.

Melalui surat edaran bertanggal 9 September 2026, Pemkab Jember mengatur pola kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dan sistem pembelajaran di sekolah mulai tanggal 10 hingga 12 September 2026, Kamis (10/9)

Dalam kebijakan tersebut, sekolah-sekolah di bawah naungan Pemkab Jember diarahkan untuk melaksanakan pembelajaran secara daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Sementara itu, untuk unit kerja yang menyangkut pelayanan langsung kepada masyarakat seperti kedaruratan, keamanan, ketertiban, kesehatan, kependudukan, hingga pelayanan terpadu satu pintu diterapkan sistem 50 persen bekerja di kantor dan 50 persen bekerja dari rumah (Work From Home/WFH). Sedangkan unit kerja lainnya, diinstruksikan bekerja 100 persen dari rumah.

Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipatif sekaligus upaya meringankan beban masyarakat di tengah situasi pasokan BBM yang belum sepenuhnya lancar. Bupati Jember menegaskan bahwa pengaturan jadwal ini dilakukan dengan tetap memperhatikan kenyamanan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat agar tidak terganggu.

“Kami tidak ingin warga Jember terbebani antrean panjang BBM hanya untuk keperluan perjalanan dinas atau ke sekolah. Langkah ini diambil demi efisiensi sekaligus kepedulian terhadap kondisi masyarakat,” demikian inti arahan dalam surat edaran tersebut.

Pemkab Jember juga menekankan kepada setiap atasan langsung agar tetap memantau kinerja pegawai yang bekerja dari rumah melalui pelaporan aktivitas harian pada aplikasi yang telah ditetapkan. Kebijakan ini berlaku selama tiga hari, terhitung mulai 10 September hingga 12 September 2026, dan akan dievaluasi kembali sesuai perkembangan situasi pasokan BBM di lapangan.

Langkah tegas ini pun mendapat apresiasi dari berbagai elemen masyarakat, yang menilai Pemkab Jember cepat tanggap dan tidak sekadar menunggu masalah selesai sendiri, melainkan hadir memberikan solusi nyata di tengah kesulitan yang dihadapi warga.

Share This Article
Tidak ada komentar