
JEMBER, suarapaginews.com – Kegiatan rutin Sema’an Al Qur’an dan Dzikrul Ghofilin Moloekatan Gus Miek di Korda Jember, YPDI Al Muttaqin, telah usai dilaksanakan pada Sabtu Kliwon 5 September 2026.
Berbeda dengan kegiatan keagamaan pada umumnya, tradisi ini berlangsung sepanjang hari, dimulai seusai sholat Subuh berjamaah dan baru ditutup dengan doa Khotmil Qur’an tepat pukul 21.30 WIB. Rangkaian panjang ini menjadi bukti kesungguhan dan kekhusyukan jamaah dalam menjaga warisan leluhur.
Kegiatan ini merupakan warisan spiritual dari ulama kharismatik, Kyai Hamim Djajuli atau yang akrab disapa Gus Miek dari Kediri. Kini, tradisi luhur tersebut tetap terjaga dan diteruskan oleh cucu beliau, Gus Thuba Robert Miek, yang konsisten memelihara dan mengembangkan nilai-nilai kebaikan yang ditinggalkan leluhurnya (Gus Miek).
Rangkaian kegiatan yang berlangsung seharian penuh ini dihadiri oleh sejumlah tokoh agama dan masyarakat, antara lain Ibu Nyai Nida Ahmad Siddiq, Gus Laits Samarqondi, serta Ning Delima. Kehadiran para tokoh ini menambah kekhusyukan dan keberkahan acara.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga menarik perhatian para penghafal Al Qur’an yang hadir dari berbagai daerah, meliputi Jember, Malang, hingga Banyuwangi. Jamaah dari berbagai pelosok Kabupaten Jember pun memadati lokasi, menunjukkan bahwa tradisi ini memiliki akar yang kuat dan pengikut yang luas di tengah masyarakat.
Kekompakan dan kerja keras panitia menjadi kunci kelancaran acara yang berlangsung hampir 16 jam ini. Panitia pelaksana menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada seluruh Executor dan Panitia lokal yang telah bekerja keras sejak tahap persiapan awal hingga acara berakhir dengan lancar di malam hari.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat. Semoga keikhlasan panitia dan kekhusyukan seluruh jamaah menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir,” ujar ketua panitia Jamal Cholid.
Dengan suksesnya pelaksanaan kali ini, diharapkan tradisi Sema’an Al Qur’an dan Dzikrul Ghofilin Moloekatan Gus Miek semakin lestari dan terus menjadi benteng spiritual yang memberi ketenangan serta keberkahan bagi masyarakat Jember dan sekitarnya.
Kabiro: Win


