Bupati Jember Hadirkan Layanan “Jemput Bola”, Home Care Solusi Akses Kesehatan Warga Terpencil

SUARA PAGI
2 Min Read

JEMBER, Suarapaginews.com – Ratusan ribu warga kurang mampu di Kabupaten Jember, Jawa Timur, selama ini kerap menghadapi kendala berat saat ingin mengakses pelayanan kesehatan. Jarak yang jauh, akses jalan yang sulit, serta keterbatasan biaya menjadi tembok penghalang bagi banyak warga yang tinggal di kawasan perbukitan hingga lereng gunung.

Menyadari persoalan mendasar tersebut, Bupati Jember Muhammad Fawait menggagas dan meluncurkan program strategis Home Care, sebuah terobosan yang secara khusus dirancang untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama warga miskin dan kelompok rentan.

Berbeda dengan layanan konvensional yang mengharuskan pasien datang ke puskesmas atau rumah sakit, program Home Care justru mengirimkan tenaga kesehatan langsung mendatangi rumah warga.

Dokter, perawat, dan tenaga medis lainnya turun ke lapangan, bahkan harus menempuh perjalanan berat — termasuk berjalan kaki — menembus kawasan terpencil demi memastikan tidak ada satu pun warga yang tertinggal dari akses pengobatan.

Seperti yang dilaporkan Tim Jurnalis Suarapaginews.com, perjuangan para tenaga kesehatan di lapangan sangat nyata. Mereka harus mendaki bukit, menuruni lereng, dan mengetuk pintu rumah warga satu per satu di wilayah yang sulit dijangkau kendaraan.

Inilah bukti nyata bagaimana program ini tidak sekadar jargon, melainkan benar-benar dijalankan hingga ke pelosok desa.

Kehadiran program ini diharapkan tidak hanya membantu warga yang sakit mendapatkan penanganan medis tepat waktu, tetapi juga mengurangi beban biaya transportasi yang selama ini menjadi beban berat bagi keluarga kurang mampu.

Melalui program Home Care ini, Bupati Fawait ingin menegaskan satu hal: kesehatan adalah hak setiap warga, tidak peduli di mana mereka tinggal, seberapa jauh jaraknya, dan seberapa dalam kemampuan ekonominya. Semakin jauh warga tinggal dari fasilitas kesehatan, semakin besar upaya pemerintah untuk mendatangi mereka.

Program ini pun kini menjadi salah satu contoh inovasi pelayanan publik yang diapresiasi luas, karena berhasil menyentuh kelompok masyarakat yang selama ini paling sulit dijangkau oleh sistem pelayanan kesehatan konvensional. (Win)

Share This Article
Tidak ada komentar