Momen Bupati Jember Gus Fawait, dan Jajaran Membungkuk di Depan Mahasiswa KKN Kolaboratif 2026

SUARA PAGI
2 Min Read

JEMBER, Suarapaginew.com -Bupati Jember Muhammad Fawait memberikan penghormatan (membungkuk) khusus kepada dosen pembimbing dan mahasiswa KKN Kolaboratif 2026.

Momen tersebut terjadi saat acara penarikan mahasiswa KKN Kolaboratif Tingkat Kabupaten Jember 2026 yang menandai berakhirnya pengabdian lintas kampus.

Gus Fawait membungkukkan badan sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi para mahasiswa dan dosen dalam membantu pemerintah menangani persoalan masyarakat.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh dosen serta adik-adik mahasiswa KKN Kolaboratif,” ujar Gus Fawait.

Menurutnya, keberadaan mahasiswa di berbagai wilayah Jember memberikan dukungan nyata bagi pemerintah dalam mengidentifikasi sekaligus menyelesaikan persoalan desa.

“Kalian telah membuktikan peran nyata dalam membantu pemerintah daerah menuntaskan berbagai persoalan di desa-desa se-Kabupaten Jember,” katanya.

Selama menjalankan pengabdian, mahasiswa KKN Kolaboratif ditempatkan di 248 desa dan kelurahan dengan membawa sejumlah program pemberdayaan masyarakat.

Ketua Pelaksana KKN Kolaboratif Jember 2026, Siti Raudlatul Hikamah dari Universitas Islam Jember, melaporkan capaian program selama kegiatan berlangsung.

Salah satu pekerjaan utama mahasiswa ialah melakukan validasi dan verifikasi data kemiskinan Desil 2 sebagai bahan pendukung kebijakan pemerintah daerah.

Dari total target 120.124 data, mahasiswa berhasil memverifikasi dan memvalidasi sebanyak 102.370 data atau mencapai sekitar 85 persen.

“Capaian verifikasi dan validasi data Desil 2 saat ini sudah menembus angka 85 persen,” ungkap Siti Raudlatul Hikamah.

Selain pendataan kemiskinan, mahasiswa menjalankan program lingkungan melalui pembentukan dan penguatan Bank Sampah di sejumlah desa.

Mereka juga memberikan edukasi pengelolaan sampah agar memiliki nilai guna, serta menyelesaikan program Viola BPJS Kesehatan di seluruh 248 desa dan kelurahan.

“Program tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara kampus dan pemerintah daerah,” pungkasnya.

Penarikan ini menjadi penutup KKN Kolaboratif 2026, sekaligus menegaskan kolaborasi perguruan tinggi dan Pemkab Jember dalam mendukung percepatan pembangunan perdesaan.

 

Share This Article
Tidak ada komentar