Gus Fawait: Prioritas Kami Sejahterakan Rakyat, Bukan Polemik

SUARA PAGI
3 Min Read

JEMBER, Suarapaginew.com – Di tengah keriuhan perdebatan dan dinamika politik yang kerap memanas di ruang publik, Bupati Jember, Muhammad Fawait yang akrab disapa Gus Fawait, menyampaikan pesan yang menyejukkan sekaligus mengingatkan seluruh elemen masyarakat, Sabtu (22/8/2026).

Menurutnya, mengkritik kebijakan maupun kinerja pemerintah adalah hal yang wajar dan boleh-boleh saja, namun ada batas yang tidak boleh dilampaui: jangan sampai kritik tersebut berubah menjadi upaya menjelek-jelekkan pemimpin semata-mata untuk merusak citra pribadi.

“Kritik itu bagian dari kontrol sosial yang sehat demi perbaikan bersama. Namun kalau tujuannya hanya menjatuhkan dan menjelekkan tanpa solusi, itu justru membuang energi yang seharusnya dipakai untuk bekerja membangun daerah,” tegas Gus Fawait.

Pernyataan ini disampaikan di tengah kesibukan rangkaian kegiatan masyarakat, termasuk persiapan Kirab Budaya 1.000 Ancakan Agung yang juga meriahkan peringatan HUT RI ke-81.

Gus Fawait menegaskan, energi yang paling berharga adalah yang disalurkan untuk memikirkan dan melaksanakan program-program yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat, khususnya mereka yang masih berjuang di garis kemiskinan.

“Saya lebih memilih fokus pada apa yang bisa kami kerjakan untuk rakyat. Bagaimana agar warga miskin bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak lewat program Home Care, bagaimana rumah-rumah tidak layak huni bisa diperbaiki, bagaimana pemerintah bisa hadir langsung ke desa-desa lewat Bunga Desaku,” ujarnya.

Bagi Gus Fawait, ukuran keberhasilan sebuah pemerintahan bukan dari seberapa lantang pembelaan di media atau seberapa halus kata-kata, melainkan dari seberapa banyak warga yang hidupnya berubah menjadi lebih baik. Mengentaskan kemiskinan bukan sekadar slogan, melainkan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara bertahap, konsisten, dan melibatkan semua pihak.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk yang berbeda pandangan politik, untuk bersatu pada tujuan yang sama: menyejahterakan rakyat Jember. Perbedaan pendapat dihargai, namun jangan sampai memecah belah semangat kebersamaan.

“Kita bisa berbeda pandangan, boleh berbeda cara. Tapi mari kita sama-sama memastikan bahwa warga Jember yang kurang mampu bisa hidup dengan layak, bisa berobat, bisa sekolah, bisa makan dengan baik. Itu prioritas utama kami,” tambahnya.

Gus Fawait menegaskan, Pemkab Jember akan terus berjalan di jalur kerja nyata. Tidak terpancing polemik yang tidak produktif, namun tetap terbuka terhadap masukan yang membangun. Karena bagi beliau, mandat rakyat adalah amanah yang harus dijalani dengan tulus, hasilnya harus terasa di meja makan setiap keluarga di Jember.

“Biarkan kerja nyata yang berbicara. Biarkan masyarakat yang menilai dari apa yang mereka rasakan langsung. Yang penting kita tidak berhenti berbuat untuk mereka yang membutuhkan,” pungkas Gus Fawait.

Kabiro: Win

Share This Article
Tidak ada komentar