Home Care Jember Jadi Sorotan Nasional, Gus Fawait Diundang TV Swasta

SUARA PAGI
2 Min Read
JEMBER, Suarapaginew.com – Inovasi layanan kesehatan Home Care yang digagas Bupati Jember, Muhammad Fawait, kini menjadi sorotan dan sekaligus kebanggaan tersendiri. Jember disebut-sebut menjadi satu-satunya daerah yang memikirkan solusi mendasar atas kendala yang selama ini sering terabaikan dalam sistem pelayanan kesehatan, Sabtu (22/8/2026).

Bupati menjelaskan alasan mendasar dibalik lahirnya program ini. “Kita ingin tahu, kenapa Pemerintah Kabupaten Jember sampai terpikir membuat layanan Home Care untuk masyarakatnya?” ungkapnya. Ternyata, persoalan yang dihadapi warga bukan sekadar soal biaya pengobatan yang sudah digratiskan, melainkan kendala akses fisik.

“Memang tidak semua warga bermasalah soal biaya pengobatan gratis. Tapi persoalannya, banyak yang bahkan tidak mampu untuk sekadar berangkat ke puskesmas atau rumah sakit,” papar Gus Fawait. Jarak yang jauh, kondisi fisik yang lemah, hingga biaya transportasi yang tidak sedikit menjadi tembok penghalang bagi warga yang membutuhkan pertolongan medis.

Dari persoalan itulah, ide layanan kesehatan yang datang langsung ke rumah warga kemudian digagas. “Saya hanya ingin mewujudkan hal sederhana: bahwa masyarakat yang kurang mampu pun berhak memiliki layanan ibarat dokter keluarga,” tegas Bupati. Layanan medis tidak harus selalu menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan, melainkan tenaga kesehatan yang mendatangi pasien di kediamannya.

Program Home Care ini diharapkan bisa menjangkau warga yang selama ini terpinggirkan: lansia, warga dengan keterbatasan fisik, keluarga kurang mampu yang tinggal di pelosok desa, hingga mereka yang rumahnya sulit dijangkau kendaraan. Dengan demikian, hak atas kesehatan benar-benar bisa dirasakan merata oleh seluruh lapisan masyarakat Jember.

Inovasi ini pun dinilai menjadi terobosan yang sangat relevan dan bisa menjadi contoh bagi daerah lain. Sebab, seringkali kebijakan kesehatan hanya fokus pada penyediaan fasilitas dan biaya, namun lupa bahwa akses menuju fasilitas tersebut adalah tantangan terbesar bagi sebagian warga.

Gus Fawait berharap, ke depannya layanan ini dapat terus diperluas jangkauannya dan ditingkatkan kualitasnya. “Kesehatan adalah hak setiap warga, dan tidak ada satu pun warga yang harus ditinggalkan hanya karena susah datang ke tempat pelayanan,” pungkasnya.

Kabiro: Win

Share This Article
Tidak ada komentar