Gus Fawait: 11 Fokus & 17 Program Prioritas RPJMD 2025–2029, Peta Jalan Pembangunan Jember

SUARA PAGI
3 Min Read
JEMBER, Suarapaginew.com — Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Fawait merilis peta jalan besar pembangunan daerah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Dokumen ini menegaskan arah pembangunan lima tahun ke depan: fokus, terukur, dan berdampak langsung bagi warga, Rabu (19/8).

Tidak lagi program yang tersebar tanpa arah, Pemkab Jember merangkum seluruh prioritas ke dalam 11 Fokus Besar yang kemudian dijabarkan menjadi 17 Program Prioritas. Semuanya bermuara pada satu pesan utama: Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, Ekonomi Rakyat, Lingkungan, dan Pelayanan.

Urutan pertama menunjukkan siapa yang paling didahulukan: Cinta Fakir Miskin & Yatim Piatu. Di sini ada 3 program utama, mencakup pemberian 20.000 beasiswa, penurunan kemiskinan, serta penguatan UHC — jaminan kesehatan bagi seluruh warga tanpa terkecuali.

Kemudian dilanjutkan dengan Cinta Pendidikan & Pesantren, yang menempatkan pondok pesantren dan lembaga pendidikan sebagai tulang punggung kemajuan daerah. Diikuti Cinta Kesehatan yang menargetkan penurunan angka stunting serta kematian ibu dan anak.

Dari sisi konektivitas, ada Cinta Infrastruktur Produktif yang berfokus pada reaktivasi Bandara Notohadinegoro serta peningkatan kualitas jalan dan jembatan. Sementara sektor ekonomi rakyat diperkuat lewat Cinta Petani, Nelayan, Peternak & UMKM — memastikan sektor produksi rakyat mendapat dukungan langsung dari pemerintah.

Tak kalah penting: Cinta Generasi Muda lewat penciptaan lapangan kerja, Cinta Olahraga untuk pembinaan prestasi, Cinta Birokrasi Profesional & Melayani agar pelayanan publik makin lincah dan mudah diakses, serta Cinta Pariwisata, Seniman & Budayawan untuk mengangkat potensi wisata dan kreativitas lokal.

Lingkungan juga masuk prioritas melalui Cinta Lingkungan, Kebersihan & Keindahan, serta perhatian khusus bagi kelompok rentan dalam Cinta Kelompok Rentan — mencakup penyandang disabilitas, perempuan, dan anak-anak.

“RPJMD ini menjadi peta jalan agar pembangunan tidak sporadis: ada sasaran, prioritas, dan arah yang sama,” demikian narasi yang disampaikan. Artinya, setiap langkah yang diambil punya tujuan jelas, tidak hanya berhenti di janji tetapi dirancang untuk diwujudkan secara bertahap hingga tahun 2029.

Dengan kanal Wadul Gus’e yang tetap terbuka lebar sebagai jembatan aspirasi warga, rencana besar ini diharapkan tidak hanya menjadi dokumen di lemari, melainkan menjadi kompas yang menuntun setiap kebijakan Pemkab Jember agar selalu kembali ke rakyat — sebagai pemilik pembangunan yang sesungguhnya.

Kabiro: Win

Share This Article
Tidak ada komentar