JEMBER, suarapaginew.com — Suara tegas membentur ruang diskusi di Pemerintah Kabupaten Jember. Pejabat Sekretaris Daerah Kabupaten Jember menyampaikan pesan yang tak berbasa-basi: dalam membangun kesepahaman demi kepentingan bersama, konsensus memang jalan yang dijunjung tinggi. Namun satu hal mutlak tak bisa ditawar — transaksi di bawah meja, permainan gelap, dan penyalahgunaan kepercayaan publik harus diberantas hingga ke akar-akarnya.
Pernyataan ini bukan sekadar retorika. Ia datang di tengah dinamika anggaran dan pembangunan yang kerap menjadi sorotan. Di mana kepentingan rakyat harus menjadi yang utama, bukan kepentingan segelintir pihak yang berniat memanfaatkan peluang demi keuntungan pribadi.
“Konsensus ya, transaksi di bawah meja — tidak boleh, sama sekali tidak,” tegas Pejabat Sekda, menegaskan batas yang tak boleh dilanggar siapa pun.
Apa pun boleh dilakukan sepanjang masih PPAS. Saya mengikuti aja konsensusnya, di tata tertib bagaimana. Yang dilarang adalah ada transaksi di bawah meja. Itu yang saya tegaskan dilarang dilakukan,” kata Fauzi, dalam rapat pembahasan di gedung DPRD Jember, Selasa (11/8/2026) sore.
Kesepakatan yang jujur, terbuka, dan bisa dipertanggungjawabkan di hadapan publik adalah jalan yang dipilih. Sebaliknya, segala bentuk perjanjian tersembunyi, keuntungan yang tak tercatat, dan keputusan yang dibuat tanpa pengetahuan masyarakat adalah pengkhianatan terhadap amanah yang telah diberikan.
Pesan ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi siapa saja yang beranggapan bahwa kedekatan atau kesepakatan lisan bisa dijadikan peluang untuk mengakali aturan. Aturan berlaku adil bagi semua, dan tak ada posisi yang melindungi pelanggaran.
Masyarakat berhak tahu bagaimana dana mereka dikelola, ke mana mengalir, dan apa hasilnya. Setiap langkah yang disembunyikan patut dipertanyakan, dan setiap transaksi yang berlangsung dalam kegelapan layak disorot tajam hingga terang.
Konsensus yang sehat mempererat persatuan. Tetapi transaksi di bawah meja hanya menabur benih ketidakpercayaan, keraguan, dan kerugian yang akhirnya dipikul oleh rakyat banyak.
Jalan yang diambil Pemerintah Kabupaten Jember kini jelas: terbuka, bersih, dan berpihak pada rakyat. Siapa pun yang memilih jalan gelap, bersiaplah untuk berhadapan dengan hukum dan ketegasan yang tak bisa ditawar.
Karena satu hal yang pasti — rakyat tidak butuh kesepakatan yang menyembunyikan kerugian. Yang dibutuhkan adalah keadilan, transparansi, dan pemerintahan yang berani berdiri tegak di bawah sinar matahari, bukan di bawah meja.
Kabiro: Win


