Bukan Menghakimi, Tapi Membina: Gayamsari Rangkul Remaja Terlibat Tawuran dan Gangster

SUARA PAGI
4 Min Read

SEMARANG – Upaya mencegah kenakalan remaja yang belakangan menjadi perhatian serius berbagai pihak terus dilakukan secara kolaboratif. Kecamatan Gayamsari bersama unsur TNI-Polri, sekolah, pemerintah kelurahan, serta para orang tua menggelar kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kenakalan Remaja (Tawuran dan Gangster) di Gedung Graha Indra Bhakti, Kelurahan Pandean Lamper, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Kamis (4/6/2026) siang.

Kegiatan yang dimulai pukul 13.30 WIB tersebut diikuti sekitar 14 remaja dari yang pernah terlibat tawuran maupun gangster, orang tua, tokoh masyarakat, ketua RT/RW, serta perwakilan sekolah dari berbagai wilayah di Kota Semarang. Hadir dalam kegiatan tersebut Plt Camat Gayamsari Yoga Tantomo, S.STP, Kapolsek Gayamsari Kompol Yuna Ahadiyah, SH, Danramil 04 Gayamsari Mayor Inf Adi Prabowo, para kepala sekolah, serta jajaran pemerintah kecamatan dan kelurahan.

Dalam sambutannya, Plt Camat Gayamsari Yoga Tantomo menekankan pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter anak. Menurutnya, setiap orang tua tentu menginginkan putra-putrinya memiliki kehidupan yang lebih baik dan mampu meraih masa depan yang lebih cerah dibanding generasi sebelumnya.
“Kita semua tentu ingin anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang membanggakan keluarga. Karena itu, perhatian, pengawasan, dan komunikasi yang baik antara orang tua dan anak harus terus dibangun. Luangkan waktu untuk memahami pergaulan mereka dan arahkan pada kegiatan yang positif,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Gayamsari Kompol Yuna Ahadiyah mengingatkan bahwa sebagian remaja yang hadir dalam kegiatan tersebut sebelumnya pernah diamankan karena terlibat gangguan ketertiban umum, konsumsi minuman keras, maupun tawuran. Namun kegiatan ini bukan untuk menghakimi, melainkan sebagai bentuk kepedulian agar mereka tidak kembali mengulangi kesalahan yang sama.

Kapolsek juga mengajak para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, baik di lingkungan sekitar maupun di ruang digital yang kerap menjadi pemicu konflik antar kelompok remaja.

“Pastikan anak-anak sudah berada di rumah maksimal pukul 22.00 WIB. Selain itu, orang tua perlu mengetahui aktivitas media sosial anak karena banyak ajakan tawuran maupun tantangan antar kelompok yang berawal dari dunia maya. Pengawasan dan pembinaan merupakan tanggung jawab bersama demi masa depan generasi muda,” tegasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan Deklarasi Pembubaran Gangster sebagai simbol komitmen bersama untuk meninggalkan perilaku menyimpang dan membangun lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang remaja.

Danramil 04 Gayamsari Mayor Inf Adi Prabowo dalam materinya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kasih sayang dan kepedulian seluruh elemen masyarakat terhadap generasi muda.

“Yang sudah terjadi biarlah menjadi pelajaran. Yang belum terjadi jangan sampai terulang. Hari ini adalah kesempatan untuk memperbaiki diri dan menata masa depan menjadi lebih baik,” pesannya.

Pada sesi penyampaian materi, Kanit Reskrim Ipda Rian Panji Satria, SH., MH dari Polsek Gayamsari menjelaskan berbagai faktor penyebab tawuran pelajar dan keterlibatan remaja dalam kelompok gangster. Faktor internal seperti pencarian jati diri, kebutuhan pengakuan dari lingkungan sebaya, hingga ketidakmampuan menyelesaikan masalah secara tepat menjadi pemicu yang sering ditemukan. Sementara faktor eksternal berasal dari lingkungan keluarga, sekolah, serta pergaulan sehari-hari.

Ia juga menjelaskan dampak negatif yang ditimbulkan tawuran, mulai dari risiko cedera fisik, terganggunya proses pendidikan, menurunnya moralitas pelajar, hingga memudarnya nilai toleransi dan kepedulian sosial.

Kapolsek Gayamsari Kompol Yuna Ahadiyah ditempat yeng terpisah kembali menekankan “Kegiatan sosialisasi ini merupakan langkah preventif dan bentuk kepedulian kami terhadap masa depan generasi muda. Anak-anak yang pernah terlibat tawuran maupun gangster bukan untuk diberi stigma, tetapi harus diberikan kesempatan untuk berubah dan memperbaiki diri. Kami mengajak seluruh orang tua, sekolah, dan masyarakat untuk memperkuat pengawasan serta pendampingan terhadap anak-anak, baik di lingkungan pergaulan maupun di media sosial. Pencegahan kenakalan remaja tidak bisa dilakukan sendiri oleh kepolisian, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat agar anak-anak kita terhindar dari kekerasan, memiliki masa depan yang lebih baik, dan menjadi generasi penerus yang membanggakan.” Tutup Kapolsek

Pewarta : Humas Polrestabes Semarang

Share This Article
Tidak ada komentar