BOYOLALI, Suarapaginews.com – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Telawa melaksanakan sosialisasi persiapan masa tanam tanaman 2026 bersama pesanggem anggota Koperasi Produsen Wono Mulyo Makmur Desa Wonoharjo, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Bulu, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kedungcumpleng, Pada hari Rabu tanggal (02/09/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di petak 116A dihadiri oleh Asper /Kepala BKPH Kedungcumpleng, Mantri/Kepala RPH Bulu dan mandor Tanaman.
Pada kesempatan ini
Administratur/ KKPH Telawa Titus Aryanto melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan Giyatno menyampaikan bahwa,” mengingat bulan September 2026 merupakan masa peralihan musim kemarau menuju musim penghujan. Perhutani mulai mempersiapkan tanaman tahun 2026 sesuai dengan tata waktu yang telah ditentukan.
“Salah satu penentu keberhasilan tanaman adalah kesiapan lahan tanam. Surat Perintah Kerja (SPK) telah disampaikan kepada petugas di lapangan untuk dilaksanakan sesuai petunjuk kerja yang ada. Dimulai dari pembersihan lapangan, pembagian andil dilanjutkan pembuatan acir sebagai langkah awal penentuan kegiatan persiapan lapangan selanjutnya sesuai tata waktu” ujarnya.
Mantri/Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Bulu Harso menambahkan bahwa,” Sosialisasi menjadi bagian penting dalam tahapan persiapan pembuatan tanaman di petak 116A dan 117A yang direncanakan ditanami Jati Plus Perhutani (JPP) dengan jarak tanam 6×3 meter.“Perhutani menyampaikan informasi sesuai Surat Perintah Kerja kepada para penggarap agar turut membantu menyukseskan program tanaman tahun 2026. Tujuannya kegiatan ini adalah mempersiapkan lahan sebelum ditanami tanaman pokok kehutanan,” Terangnya.
Anggota Koperasi Wono Mulyo Makmur Desa Wonoharjo Suwarto menyatakan sebagai penggarap dilokasi tumpangsari siap mematuhi peraturan serta berpartisipasi menjaga pertumbuhan tanaman kehutanan dipetak tersebut.
“Kami jadi lebih paham mengenai jarak tanam serta kewajiban yang harus dijalankan. Selain itu, kami juga akan menjaga tanaman pokok Perhutani,” katanya.
Sementara itu, Pujiyono selaku Ketua Koperasi Produsen Wono Mulyo Makmur menyampaikan bahwa,” dengan pembukaan lahan hutan yang dikerjasamakan dengan kegiatan agroforestry berupa tumpangsari tanaman Jagung bisa membantu meningkatkan perekonomian para pesanggem,”Katanya.
Pewarta : BANU ABILOWO


