
Layanan yang digagas langsung Gus Fawait ini hadir sebagai jembatan penghubung antara warga dan pemerintah daerah. Apapun keluhan, usulan, maupun persoalan yang dirasakan masyarakat, dapat disampaikan melalui Wadul Gus’e, dan pemerintah menjamin setiap masukan akan didengar, ditindaklanjuti, hingga diselesaikan bersama instansi terkait.
Hingga saat ini, bahkan belum genap satu setengah tahun beroperasi, Wadul Gus’e telah mencatat capaian yang luar biasa dan menjadi bukti nyata bahwa saluran pengaduan ini tidak sekadar simbol:
– 24 Jam: Layanan terbuka setiap saat, kapan pun warga butuh menyampaikan aspirasinya.
– 23.558 Aduan: Jumlah aduan yang masuk dan telah diproses menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.
– 99,66% Ditindaklanjuti: Hampir seluruh aduan yang masuk mendapat respon dan penanganan konkret dari instansi terkait.
– 160 Instansi Terhubung: Jaringan kerja sama mencakup seluruh satuan kerja perangkat daerah hingga tingkat kecamatan dan kelurahan, sehingga tidak ada satu pun keluhan yang terlewat.
Gus Fawait menegaskan bahwa Wadul Gus’e bukan sekadar program seremonial, melainkan wujud nyata pemerintahan yang responsif dan dekat dengan rakyat. “Punya keluhan? Sampaikan. Pemerintah punya pintu untuk mendengar dan menindaklanjuti,” tegasnya.
Kinerja Wadul Gus’e ini sekaligus disajikan sebagai “Kado Jember untuk Indonesia” dalam rangka memperingati HUT RI ke-81—sebuah bukti bahwa di Jember, pemerintahan yang terbuka dan peduli terhadap suara rakyat dapat diwujudkan secara nyata dan terukur.
Kini, warga Jember tidak perlu ragu lagi. Punya masalah, punya keluhan? Wadul Gus’e jawabannya—pintu pengaduan masyarakat yang selalu siap, kapan saja, demi Jember Baru yang semakin maju dan sejahtera.
Kabiro: Win


