
Di tengah barisan ulama, tokoh masyarakat, dan peserta muktamar dari berbagai daerah se-Indonesia, Gus Fawait tampak menyimak setiap tahapan acara dengan saksama. Momen ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah yang dibawa NU terus menjadi rujukan moral dan sosial bagi penyelenggara pemerintahan di Kabupaten Jember.
“NU adalah kekuatan besar yang tidak hanya mengurus urusan keagamaan, tetapi juga langsung menyentuh kehidupan masyarakat luas. Di tengah dinamika bangsa yang semakin kompleks, peran NU justru semakin diperlukan untuk menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, dan mengawal kebijakan yang berpihak pada rakyat,” ujar Gus Fawait di sela-sela kegiatan.
Gus Fawait berharap Muktamar ke-35 NU ini dapat melahirkan keputusan-keputusan strategis yang makin memperkuat peran organisasi dalam pembangunan bangsa. Mulai dari pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, hingga penguatan peran pesantren dan masyarakat desa.
“Jember yang mayoritas masyarakatnya tumbuh dalam tradisi keislaman NU, tentu sangat mengharapkan arah kebijakan organisasi ini makin relevan dengan kebutuhan rakyat. Sinergi antara Pemkab Jember dan NU akan terus kita jaga, agar kesejahteraan masyarakat bisa terwujud secara nyata,” tambahnya.
Kehadiran Gus Fawait di Muktamar ke-35 NU ini juga menjadi sinyal bahwa pemerintahan di Jember terus berkomitmen melibatkan kekuatan sosial keagamaan dalam mengawal pembangunan. Semangat ukhuwah dan kebersamaan yang diusung NU diyakini menjadi pondasi kuat dalam membangun daerah yang adil, makmur, dan berkeadaban.
Kabiro: Win


