Pengamat Eks Fungsionaris PDIP: Setuju Pinjaman

SUARA PAGI
3 Min Read

JEMBER, suarapaginew.com – Kajian hukum mendalam terkait rencana pinjaman daerah Kabupaten Jember sebesar Rp786.573 Miliar kepada PT Sarana Multi Infrastruktur Persero semakin memperkuat alasan pelaksanaannya. Disusun oleh Anasrul, S.H., C.I.L., C.Med., kajian ini sekaligus dijawab oleh pengamat sekaligus mantan fungsionaris PDIP yang menyatakan persetujuannya atas langkah tersebut, mengingat manfaat yang jauh lebih besar dibandingkan biaya yang ditanggung, Jum’ at (14/8)

Rencana pinjaman ini lahir bukan karena boros, melainkan untuk menutup kekurangan anggaran pembangunan yang mencapai Rp1 Triliun. Dana sebesar Rp786 Miliar itu dialokasikan untuk perbaikan jalan sepanjang 527,68 kilometer, penerangan jalan umum di 248 desa, serta pengembangan dan penambahan fasilitas di Rumah Sakit dr. Soebandi dan RSUD Balung. Seluruhnya adalah investasi produktif yang menghasilkan manfaat jangka panjang, bukan belanja rutin yang habis begitu saja.

Kajian membuktikan secara hitungan yang tajam: menunda pembangunan justru jauh lebih mahal. Biaya kenaikan harga konstruksi mencapai 26,64 persen per tahun, sedangkan bunga pinjaman hanya 6 persen saja. Jika ditunda dua tahun, kerugian tambahan menembus Rp474 Miliar — jauh melampaui total bunga pinjaman selama empat tahun yang hanya sekitar Rp118 Miliar. Menunda sama saja membiarkan rakyat terus berkorban.

Dari sisi kemampuan membayar pun sangat aman. Angsuran per tahun hanya sekitar 3,65 persen dari pendapatan daerah, jauh di bawah batas maksimal 15 persen yang diizinkan peraturan. Bahkan sebagian pembayaran diambil dari pendapatan rumah sakit yang akan terus tumbuh, sehingga tidak membebani anggaran belanja rutin. Pinjaman ini juga disepakati lunas seluruhnya dalam empat tahun hingga tahun 2030, tidak diwariskan kepada pemimpin berikutnya.

Manfaat yang akan diterima masyarakat jauh melampaui nilai yang dipinjam. Jalan yang mulus menghemat biaya logistik petani hingga ratusan miliar rupiah setiap tahun dan menaikkan harga hasil tani. Penerangan desa membangkitkan usaha baru dan menekan kriminalitas. Rumah sakit yang memadai menyelamatkan nyawa dan memperpendek jarak pengobatan. Secara keseluruhan, investasi ini diperkirakan menghasilkan perputaran ekonomi hingga Rp2,19 Triliun dalam kurun waktu pelunasannya.

Pemilihan PT Sarana Multi Infrastruktur Persero sebagai mitra pun telah dipertimbangkan secara cermat. Bunga yang ditawarkan paling rendah dibandingkan bank umum, jangka waktu pengembalian sesuai permintaan, serta pendampingan teknis hingga selesai sehingga risiko pelaksanaan dapat dikendalikan sebaik-baiknya.

“Apakah membiarkan rakyat tiga tahun lagi dalam keadaan sulit itu disebut bijak? Yang sebenarnya berat justru membiarkan penderitaan berlarut-larut,” demikian inti pandangan yang disampaikan. Pinjaman ini bukan untuk kemewahan, melainkan jawaban atas kebutuhan mendesak yang sudah terlalu lama ditunggu.

Berdasarkan landasan hukum yang kuat, perhitungan ekonomi yang menguntungkan, serta kemampuan pengembalian yang terjamin, maka persetujuan atas pinjaman ini dianggap langkah yang tepat waktu, tepat sasaran, dan bertanggung jawab demi percepatan kesejahteraan seluruh masyarakat Jember.

Share This Article
Tidak ada komentar