Prabowo Sebut Wartawan “Londo Ireng”, Vio Sari: Sangat Tidak Pantas dan Ciptakan Suasana Gaduh

SUARA PAGI
1 Min Read

SEMARANG – Pernyataan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut kalangan wartawan sebagai “Londo Ireng” atau kulit hitam, memicu tanggapan tajam dari insan pers. Penyematan istilah tersebut dinilai tidak pantas dan berpotensi menciptakan suasana gaduh di tengah hubungan antara pemerintah dan media.

Vio Sari, Pimpinan Media Viosarinews, menyampaikan keprihatinannya atas pernyataan tersebut. Menurutnya, sebutan yang terlontar dari pejabat tertinggi negara sangat tidak pantas dilontarkan, terlebih kepada profesi yang berfungsi sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat luas.

“Sebutan demikian sangat tidak pantas. Hal itu justru berpotensi membuat suasana menjadi gaduh dan tidak harmonis,” tegas Vio Sari, Jumat (31/7/2026).

Ia menambahkan, setiap insan pers menjalankan tugas berdasarkan undang-undang dan kode etik jurnalistik demi kepentingan publik. Ketidaksopanan dalam menyapa profesi pers dianggap dapat merendahkan martabat profesi serta mengikis rasa saling menghormati yang seharusnya terjalin.

Menurut Vio Sari, alih-alih memberi sebutan yang berkonotasi negatif, seyogianya pihak pemerintah justru mengapresiasi peran media yang senantiasa mengawal jalannya pemerintahan agar tetap pada koridor hukum dan kepentingan rakyat. Harapannya, ke depannya komunikasi antarlembaga berjalan dengan saling menghargai, santun, dan menjaga kehormatan bersama.

(Red)

Share This Article
Tidak ada komentar