Gus Fawait: Anggaran Revitalisasi Sekolah Naik — Bantah MBG Buat Pendidikan Terabaikan!  

SUARA PAGI
3 Min Read

JEMBER, Suarapaginews.com — Anggaran revitalisasi sekolah di Kabupaten Jember pada tahun 2026 mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Bupati Jember Muhammad Fawait, atau akrab disapa Gus Fawait, menegaskan kenaikan ini menjadi bukti nyata perhatian besar pemerintah pusat terhadap sektor pendidikan, sekaligus membantah anggapan yang menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) membuat pendidikan menjadi terabaikan. Minggu (18/10/2026)

Pernyataan itu disampaikan Gus Fawait saat meninjau langsung progres revitalisasi SD Negeri Tanggul Kulon 1 di Kecamatan Tanggul, bertepatan dengan kegiatan pelayanan kesehatan homecare yang dilaksanakan di wilayah tersebut. Sekolah dasar ini menerima alokasi anggaran revitalisasi sebesar Rp 2,96 miliar, yang merupakan salah satu dana terbesar yang diterima satuan pendidikan di Kabupaten Jember.

Turut mendampingi saat peninjauan berlangsung adalah Kepala SDN Tanggul Kulon 1, Titin Agustin.

“Ada yang bilang gara-gara MBG, sekolah tidak diperhatikan. Itu tidak benar. Revitalisasi di era Pak Prabowo adalah yang terbesar nilainya,” tegas Gus Fawait.

Menurut Gus Fawait, Jember kini mendapatkan alokasi anggaran revitalisasi sekolah yang jauh lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dukungan ini, katanya, adalah wujud keberpihakan langsung Presiden Prabowo Subianto terhadap pembangunan dan peningkatan kualitas pendidikan di daerah.

Gus Fawait berharap, dengan bertambahnya alokasi anggaran, jumlah bangunan sekolah yang rusak di Kabupaten Jember dapat terus berkurang secara signifikan. Pemerintah daerah diminta memanfaatkan kesempatan ini secara optimal untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana belajar, sehingga setiap siswa dapat menempuh pendidikan di lingkungan yang aman, nyaman, dan layak.

Lebih dari sekadar perbaikan bangunan, Gus Fawait juga menekankan pentingnya melibatkan tenaga kerja lokal dalam setiap tahapan proyek revitalisasi sekolah di Jember. Langkah ini dinilai strategis agar manfaat anggaran pembangunan bisa berputar di daerah sekaligus mendongkrak perekonomian warga.

“Kalau anggaran ratusan miliar dari pemerintah pusat masuk ke Jember, pekerjanya dari Jember, belanjanya, makannya, minumnya, dan lain sebagainya dari Kabupaten Jember, maka itu bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan pendapatan masyarakat dan menurunkan angka kemiskinan,” ungkapnya.

Gus Fawait menjelaskan, pendekatan ini akan menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang positif. Manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh dunia pendidikan melalui bangunan sekolah yang lebih baik, tetapi juga terasa langsung oleh pelaku usaha kecil, pedagang, dan masyarakat luas di sekitar lokasi pembangunan. Semangat untuk Jember yang lebih maju! (Win)

 

Share This Article
Tidak ada komentar