Satreskrim Serukan Stop Tawuran Antar Perguruan Silat: Silat Warisan Budaya, Bukan Ajang Permusuhan

SUARA PAGI
3 Min Read

JEMBER, suarapaginew.com – Satreskrim Polres Jember Polda Jawa Timur bersama jajaran kepolisian meluncurkan kampanye besar bertema “Stop Tawuran Antar Perguruan Silat”. Kasat Reskrim AKP Ario Senopati Joyonegoro, S.Tr.K., S.I.K., CPRH., menegaskan seruan ini demi mengembalikan nilai asli pencak silat sebagai warisan budaya bangsa, bukan sarana pertikaian, Rabu (22/7)

Kampanye ini digalakkan menyusul masih adanya insiden bentrokan yang menyalahgunakan nama perguruan silat, yang justru mengotori nilai luhur seni bela diri tersebut. Menurut AKP Ario, silat sejatinya mengajarkan kehormatan, pengembangan diri, sportivitas, serta persaudaraan, bukan kebencian antar kelompok.

“Jangan biarkan perbedaan identitas perguruan berubah menjadi permusuhan. Mari jadikan keragaman aliran silat sebagai semangat untuk saling menghargai, berbagi ilmu, dan memperkuat persatuan budaya,” ujar AKP Ario dalam penyampaiannya. Ia menekankan bahwa tawuran hanya membawa kerugian: melukai fisik, merusak fasilitas umum, hingga merenggut nyawa sesama saudara sebangsa.

Kasat Reskrim Polres Jember secara tegas membedakan makna tawuran dan persaudaraan di kalangan pesilat. Tawuran ditandai dengan bentrokan fisik yang merusak diri sendiri dan orang lain, sementara persaudaraan antarperguruan justru menjadi fondasi untuk memperkuat identitas budaya serta kedaulatan bangsa Indonesia.

Kampanye ini juga mengajak seluruh kalangan untuk menjadi “Pesilat Sejati”. Kekuatan sesungguhnya bukan terlihat dari kemampuan menang adu kekuatan semata, melainkan kemampuan mengendalikan emosi, menjaga nama baik diri dan perguruan, menghormati lawan, serta menjadi teladan positif bagi masyarakat sekitar.

Lima langkah konkret pun disampaikan untuk mewujudkan hal tersebut: jadikan perbedaan sebagai alasan saling menghormati, tunjukkan jiwa ksatria lewat persaudaraan, tolak tegas tawuran, provokasi, dan penyebaran kebencian, gunakan media sosial dengan bijak serta hindari provokasi atau berita bohong, dan selalu berkoordinasi bersama orang tua, pelatih, pengurus perguruan, serta warga demi menjaga keamanan lingkungan.

AKP Ario menambahkan, persatuan di dunia persilatan akan melahirkan prestasi yang membanggakan, menjaga kehormatan seni bela diri tradisional, serta ikut berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di seluruh wilayah Jawa Timur. Setiap perguruan memiliki keunikan yang melengkapi, bukan saling meniadakan.

Polres Jember Polda Jawa Timur berharap seruan ini dapat tersampaikan ke setiap lapisan masyarakat, mulai dari pelatih, pengurus, hingga seluruh pesilat di daerah. Semoga semboyan “Silat Mengajarkan Kehormatan, Bukan Permusuhan” senantiasa tertanam kuat, sehingga pencak silat terus bersinar sebagai kebanggaan budaya Indonesia di mata dunia.

Kabiro : Win

Share This Article
Tidak ada komentar