JEMBER, Suarapaginews.com — Menanggapi kelangkaan dan antrean panjang BBM bersubsidi yang terjadi di sejumlah wilayah, Kapolres Jember AKBP Alaiddin, S.H., S.I.K., M.H., bergerak cepat dengan menerjunkan tim khusus serta meningkatkan intensitas patroli di sejumlah SPBU, termasuk di wilayah Kecamatan Wuluhan, pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Langkah tegas ini bertujuan untuk menyelidiki sekaligus menindak tegas dugaan praktik penimbunan dan aktivitas tengkulak yang diduga menjadi penyebab utama tidak lancarnya distribusi BBM bersubsidi di tengah masyarakat.
Di lokasi patroli, Kapolsek Wuluhan IPTU Handoko Dardhak Saputro, S.H., M.H., tampak memimpin langsung kegiatan didampingi jajaran anggotanya, Kanit Provost, serta Babinsa setempat. Selain melakukan pengawasan ketat, pihak kepolisian juga aktif memberikan arahan sekaligus edukasi langsung kepada warga dan pengguna jalan yang terlihat mengantre di SPBU.
Kapolsek Wuluhan menegaskan bahwa BBM bersubsidi adalah hak seluruh masyarakat, sehingga tidak boleh dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk keuntungan pribadi.
Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang, melaporkan jika menemukan indikasi penimbunan atau penyalahgunaan BBM, dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.
“Kami ingin memastikan BBM bersubsidi sampai ke tangan yang berhak dan tersalurkan dengan lancar. Ketersediaan BBM cukup, yang penting tidak ada yang menimbun,” ungkap IPTU Handoko Dardhak Saputro.
Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Polres Jember di bawah pimpinan AKBP Alaiddin untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat, sekaligus melindungi warga dari kerugian akibat praktik-praktik yang merugikan tersebut. (Win)


