Cegah Sejak Dini! Puskesmas Sukorambi Gelar Edukasi Kusta di Desa Klungkung, Ajak Masyarakat Tak Ragu Periksa Kesehatan

SUARA PAGI
3 Min Read

JEMBER, Suarapaginews.com — UPTD Puskesmas Sukorambi gencar melakukan upaya pencegahan dan penemuan dini penyakit kusta di tengah masyarakat. Kegiatan Active Case Finding (ACF) sekaligus lokakarya eksternal tentang kusta digelar di Aula Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, pada Kamis, (15/10/2026), pukul 08.30 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini bertujuan mempercepat penemuan kasus baru serta memutus rantai penularan penyakit kusta secara dini melalui penyebarluasan informasi yang akurat kepada keluarga dan kelompok masyarakat.

Hadir dalam kegiatan ini Muspicam Kecamatan Sukorambi, Kepala Desa Klungkung Abdul Gafur, Kepala UPTD Puskesmas Sukorambi sekaligus narasumber dr. Sri Isna Amelia Ahmad, Srikandi Desa Klungkung, kader Posyandu, serta sekitar 40 undangan dari berbagai elemen masyarakat setempat.

Dalam pemaparannya, dr. Sri Isna Amelia Ahmad menjelaskan bahwa kusta adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri, namun dapat disembuhkan sepenuhnya dengan pengobatan yang tepat dan gratis di Puskesmas.

Beliau juga menekankan fakta penting: dari setiap 100 orang yang terpapar kusta, 95 orang tidak akan jatuh sakit karena sistem kekebalan tubuh yang baik, dan 3 orang dapat sembuh sendiri tanpa obat. Hanya sebagian kecil yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut.

“Jangan panik, namun jangan juga mengabaikan tanda-tandanya. Bercak putih atau merah di kulit yang tidak terasa sakit dan tidak gatal, serta rasa kesemutan atau kebas pada ujung saraf, adalah tanda awal yang perlu  diwaspadai. Semakin cepat ditemukan dan diobati, semakin kecil risiko kecacatan yang dapat terjadi,” jelas dr. Sri Isna.

Kepala Desa Klungkung, Abdul Gafur, menyambut baik kegiatan ini dan mengajak seluruh warga untuk tidak ragu memeriksakan diri jika menemukan gejala yang mencurigakan. Ia juga berpesan agar masyarakat tidak memandang penyakit kusta dengan ketakutan berlebihan, melainkan dengan sikap terbuka untuk pemeriksaan medis.

“Kusta bukan kutukan, bukan aib. Kusta adalah penyakit yang bisa disembuhkan, dan pengobatannya gratis di Puskesmas terdekat. Yang terpenting adalah deteksi dini dan kepatuhan berobat sampai tuntas,” ujar Abdul Gafur.

Kegiatan ini diharapkan dapat menghapus stigma negatif masyarakat terhadap penyakit kusta, meningkatkan kepekaan warga mengenali tanda-tanda awal, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam memutus rantai penularan menuju Desa Klungkung yang bebas kusta.

Kabiro: Win

Share This Article
Tidak ada komentar