JEMBER, Suarapaginews.com — Sabtu (10/10/2026) — Pemikiran mendalam tentang hak dan martabat warga dalam pelayanan kesehatan disampaikan oleh Ning Ghyta. Dalam pesannya yang disebarkan ke publik, ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan sejati tidak berhenti saat pasien dinyatakan boleh pulang dari rumah sakit.
Filosofi di Balik Mobil Cinta
“Bagi saya, pelayanan kesehatan bukan hanya tentang bagaimana masyarakat mendapatkan pengobatan, tetapi juga tentang bagaimana kita hadir memberikan perhatian, kepedulian, dan memastikan mereka mendapatkan pelayanan yang layak hingga kembali ke rumah,” ujar Ning Ghyta.
Pernyataan ini menggarisbawahi makna mendalam dari program Mobil Cinta yang baru saja diluncurkan. Program ini lahir bukan sekadar untuk menyediakan transportasi, melainkan untuk menutup celah kepedulian yang selama ini sering terabaikan — bagaimana pasien yang sudah lelah berjuang melawan sakit bisa sampai pulang dengan aman, nyaman, dan bermartabat.
Hadirkan Kemudahan yang Bermakna
“Melalui peluncuran Mobil Cinta, kami terus berupaya menghadirkan kemudahan bagi masyarakat, khususnya pasien yang membutuhkan bantuan transportasi setelah menjalani perawatan di rumah sakit, agar dapat kembali ke rumah dengan lebih aman dan nyaman,” tambahnya.
Program ini dirancang khusus bagi pasien yang mengalami kendala biaya maupun sarana transportasi — terutama warga kurang mampu, peserta UHC, dan pasien yang tidak memiliki pendamping saat keluar dari rumah sakit.
Dengan hadirnya 31 unit kendaraan di tiga RSUD daerah, kini tidak ada lagi warga yang harus berjuang sendirian untuk pulang setelah sembuh.
Dari Jember, untuk Kesejahteraan Semua
Pesan penutupnya menjadi harapan bersama: “Dari Jember, untuk masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera.”
Sebuah pengingat sederhana namun kuat — bahwa pembangunan kesehatan bukan hanya soal membangun gedung dan membeli peralatan canggih, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan yang paling dasar: memastikan setiap orang pulang ke rumah dengan selamat. (Win)


