JEMBER, Suarapaginews.com – Situasi antrean kendaraan yang mengular panjang di SPBU Jalan Gajah Mada, Jember, kembali menjadi sorotan publik pada Rabu pagi. Bupati Jember, Muhammad Fawait, turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) sekaligus merespons keluhan warga yang mengeluhkan waktu tunggu yang semakin lama dan ketersediaan bahan bakar yang tidak menentu dalam beberapa pekan terakhir, Rabu (9/9)
Bukan sekadar inspeksi biasa, kedatangan Gus Fawait — sapaan akrab Bupati — disambut antusiasme sekaligus harapan warga yang telah mengantre sejak dini hari. Di tengah deretan kendaraan yang tampak padat, Bupati bersama tim keliling membagikan paket makanan dan minuman kepada pengendara maupun penumpang yang menunggu giliran pengisian.
“Saya tahu warga sudah menunggu lama. Matahari makin tinggi, perut butuh diisi. Setidaknya ini sedikit meringankan beban fisik warga yang harus berdiri menunggu berjam-jam,” ujar Gus Fawait di lokasi, seraya menyapa satu per satu pengendara.
Namun di balik tindakan simbolis yang mendapat apresiasi ini, muncul pertanyaan mendasar yang disampaikan sejumlah warga maupun pengamat: mengapa masalah kelangkaan dan antrean panjang BBM ini terus berulang di Jember?
Sejak beberapa waktu lalu, keluhan mengenai pasokan BBM kerap terjadi. Pihak berwenang sebelumnya menyampaikan bahwa keterlambatan pengiriman dipengaruhi kepadatan arus lalu lintas di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Namun argumen ini mulai dipertanyakan ketika masalah terjadi secara terus-menerus, bukan kejadian sesekali.
“Kami menghargai perhatian Bupati yang datang dan membagikan makanan. Tapi yang kami butuhkan sebenarnya adalah jaminan pasokan BBM yang lancar setiap hari, tidak perlu selalu mengantre seperti ini,” ungkap salah satu pengendara sepeda motor yang telah menunggu lebih dari dua jam, enggan menyebut namanya.
Bupati dalam kesempatan ini juga kembali menegaskan bahwa Pemkab Jember telah meminta jaminan distribusi kepada pihak Pertamina agar pasokan BBM di wilayah Jember tetap terjaga dan tidak terjadi kepanikan di tengah masyarakat. Ia juga mengimbau warga agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying yang justru memperparah kondisi di lapangan.
“Stok BBM dalam kondisi aman. Yang perlu diperbaiki adalah sistem distribusi dan kecepatan pengiriman ke titik-titik pengisian di Jember. Ini yang terus kami desak kepada pihak terkait,” tegas Gus Fawait.
Namun hingga saat ini, belum ada kepastian waktu yang jelas kapan situasi akan benar-benar normal secara berkelanjutan. Warga berharap pertemuan dan audiensi yang telah dilakukan Pemkab Jember dengan pihak Pertamina tidak hanya berhenti pada janji-janji, melainkan segera diwujudkan dalam perbaikan sistem distribusi yang konkret dan berkelanjutan.
Kehadiran Bupati di tengah antrean memang menunjukkan kepedulian yang nyata. Namun di mata masyarakat, kehadiran ini seharusnya menjadi langkah awal untuk menyelesaikan akar masalah, bukan sekadar meredam keluhan sesaat dengan bantuan makanan. Sejauh mana Pemkab Jember mampu menekan dan memastikan komitmen pihak pusat maupun perusahaan BBM, waktu yang akan menjawab.
Kabiro: Win


