​Dari Hasil Menabung, Jamaah Musholla Al Falah Penangan Sembelih 3 Sapi dan 20 Kambing

SUARA PAGI
3 Min Read

JEMBER – Warga Jl. Wahid Hasyim XXI Blok V, Lingkungan Kebondalem, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, menunjukkan kekompakan luar biasa pada Hari Raya Idul Adha 1447 H. Setelah melaksanakan salat Id, jamaah Musholla Al Falah menggelar penyembelihan hewan kurban sebanyak 3 ekor sapi dan 20 ekor kambing, Rabu (27/05/2026).

Ketua Panitia Kurban, Ragiel Hamid Djusuf, mengungkapkan bahwa kegiatan terstruktur ini telah berjalan selama tiga tahun terakhir dan terus mengalami peningkatan.
​”Tahun 2024 sebagai tahun pertama, kami menyembelih 1 ekor sapi. Tahun 2025 meningkat menjadi 2 ekor sapi dan 23 ekor kambing. Alhamdulillah, tahun 2026 ini jumlahnya bertambah lagi menjadi 3 ekor sapi, 19 ekor kambing kurban, ditambah 1 ekor kambing akikah (total 20 ekor kambing). Ini semua berkat kekompakan warga, khususnya jamaah subuh Musholla Al Falah yang rajin menabung,” terang Ragiel

Ragiel menambahkan, seluruh daging kurban ini akan didistribusikan kepada 330 KK atau sekitar 550 warga. Setiap warga akan menerima satu paket lengkap yang berisi 750 gram daging serta 600 gram tulangan dan jeroan.

Ia berharap ibadah kurban warga Penangan ini diterima oleh Allah SWT, membawa keberkahan, serta dilipatgandakan rezekinya.
​”Semoga di Hari Raya Idul Adha tahun 1448 H / 2027 mendatang, jumlah hewan kurban bisa semakin meningkat seiring dengan kesadaran dan kesejahteraan masyarakat yang membaik,” pungkasnya.

Mengatasi Keterbatasan Lewat Gerakan Menabung
​Di sisi lain, Ketua Takmir sekaligus Pembina Musholla Al Falah, KH. Muhammad Ishaq Khosyi’in, memberikan apresiasi mendalam atas kegigihan warganya. Ia menyebutkan bahwa mayoritas masyarakat di Lingkungan Penangan berada di kelas ekonomi menengah ke bawah. Namun, keterbatasan tersebut berhasil diatasi melalui komitmen kebersamaan.

​”Dengan sistem menabung setiap minggu, alhamdulillah kebersamaan dan kekompakan warga terwujud nyata. Hingga periode ketiga ini, jumlah hewan kurban justru terus meningkat. Sebelum panitia ini dibentuk secara terstruktur, jumlah kurban tidak sebanyak sekarang,” kata KH. Ishaq.

Menurutnya, peningkatan kesadaran ini tidak lepas dari motivasi dan edukasi yang konsisten diberikan kepada jamaah salat subuh serta jamaah tahlil malam Jumat untuk menyisihkan sebagian rezeki khusus demi ibadah kurban.

​”Dengan semangat Taqorrub—sebagai wasilah untuk mendekatkan diri kepada Allah—semoga kurban warga Penangan diterima dan tahun depan semakin banyak warga yang bersemangat untuk ikut serta,” harapnya.

Inovasi Alat Pemotong dan Prinsip Peduli Lingkungan
​Ada hal menarik dan patut dicontoh dari pelaksanaan kurban di Lingkungan Penangan ini. Selain melibatkan seluruh elemen warga dari usia anak-anak hingga dewasa, panitia juga menerapkan inovasi berupa alat pemotong khusus tulangan untuk mempercepat proses kerja

Tak hanya itu, kesadaran terhadap kebersihan lingkungan juga menjadi prioritas utama. Panitia memegang teguh prinsip “datang bersih, pulang bersih” dari sampah, sehingga lokasi pemotongan kembali steril dan bersih setelah seluruh prosesi penyembelihan selesai dilakukan.

Pewarta : Slamet raharjo

Share This Article
Tidak ada komentar