Semarang – Suasana kawasan industri Genuk, Semarang, mendadak geger pada Senin (11/11/2025) pagi, setelah ledakan keras disusul kobaran api melanda pabrik PT SS Recond di Jl. Industri VII No. 334–335, Kelurahan Muktiharjo Lor, Kecamatan Genuk.
Kapolsek Genuk Kompol Rismanto, S.H., M.H. bersama anggota piket fungsi langsung turun ke lokasi begitu menerima laporan adanya kebakaran sekitar pukul 08.50 WIB.
Menurut keterangan para saksi, api diduga berasal dari ledakan saat proses pembuatan lem vulkaniser ban yang dilakukan oleh seorang karyawan bernama Didik (45). Percikan api akibat ledakan tersebut dengan cepat menyambar bahan kimia di sekitar area produksi dan memicu kebakaran hebat.
“Saya dengar tiga kali suara ledakan keras, lalu terlihat api langsung membesar di ruang produksi,” tutur Sulaiman (42), salah satu karyawan yang tengah berada di area pabrik.
Saksi lain, Surya Purnomo (56), mandor perusahaan, mengaku melihat kepulan asap tebal dari kejauhan. Ia segera menghubungi pihak kepolisian dan petugas pemadam kebakaran untuk meminta bantuan.
Tak lama berselang, sekitar enam unit mobil pemadam kebakaran dari kawasan industri Terboyo tiba di lokasi. Petugas berjibaku memadamkan api yang membakar sebagian area produksi, sebelum akhirnya api berhasil dikendalikan sekitar pukul 09.30 WIB.
Satu korban luka, Didik (45), mengalami luka bakar di kedua tangannya dan telah dilarikan ke Puskesmas Kedungmundu untuk mendapatkan perawatan medis.
Kapolsek Genuk Kompol Rismanto memastikan pihaknya segera melakukan penanganan cepat di lokasi, mulai dari mengamankan area sekitar, mengumpulkan keterangan saksi, hingga berkoordinasi dengan tim pemadam kebakaran.
“Kami langsung mendatangi lokasi untuk memastikan situasi aman dan membantu proses pemadaman. Saat ini penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan oleh tim Inafis dan Unit Reskrim Polsek Genuk,” tegas Kompol Rismanto.
Situasi di lokasi kini telah berangsur kondusif. Aparat kepolisian mengimbau seluruh pengelola industri di wilayah Genuk agar meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran, terutama dalam pengelolaan bahan kimia mudah terbakar
Pewarta : Red/ Tim


