Kunjungi Yonif TP 450 dan 451, Pangdam IV/Diponegoro Tegaskan Prajurit Harus Siap Operasi Tempur

SUARA PAGI
4 Min Read

Sragen – Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., melaksanakan rangkaian kunjungan kerja di wilayah Soloraya untuk meninjau langsung kesiapan operasional serta progres pembangunan infrastruktur dua satuan baru, yakni Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 450/Karanganyar dan Yonif TP 451/Satria Mangkubumi Sragen pada Kamis (16/7/2026). Langkah ini dilakukan guna memastikan kesiapan sarana prasarana serta pembinaan personel pada satuan yang diproyeksikan menjadi pilar baru dalam sistem pertahanan negara sekaligus pendukung percepatan pembangunan daerah.

Kunjungan pertama diawali di Marseling Area Yonif TP 450/Karanganyar yang berlokasi di kawasan Waduk Gondang, Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar. Di lokasi tersebut, Pangdam IV/Diponegoro meninjau proyek pembangunan markas, tenda prajurit, serta dapur batalyon setelah menerima paparan dari Wadanyon TP 450/Karanganyar Kapten Inf Arif Dian Prasetya. Dalam peninjauan ini, Pangdam didampingi oleh Danrem 074/Warastratama Kolonel Inf. Muhammad Arry Yudistira, para Asisten Kasdam IV/Diponegoro serta para Kabalak jajaran Kodam IV/Diponegoro. Turut hadir pula mendampingi rombongan di Karanganyar yaitu Forkopimda Kab. Karanganyar serta unsur Forkopimcam Kerjo.

Di hadapan ratusan prajurit, Pangdam menekankan bahwa hakikat dari Yonif Teritorial Pembangunan adalah batalyon tempur yang wajib memiliki kesiapsiagaan tinggi untuk melaksanakan tugas operasi dan pertempuran. Selain fungsi pertahanan, Pangdam IV/Diponegoro mengingatkan bahwa satuan masa depan ini mengemban amanah untuk membantu pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas keamanan, penanggulangan bencana, ketahanan pangan, dan menyukseskan program pembangunan nasional.

Pangdam juga memberikan atensi khusus kepada para prajurit muda Yonif TP 450 agar senantiasa menjaga integritas serta menjauhi segala bentuk pelanggaran disiplin maupun hukum. Beliau menginstruksikan seluruh personel untuk bijak dalam menggunakan media sosial, menjauhi praktik judi online serta pinjaman online ilegal, dan aktif membangun kemanunggalan dengan masyarakat sekitar melalui kegiatan teritorial maupun keagamaan di lingkungan tempat mereka bertugas. Jangan sampai ada tindakan desersi atau THTI dalam menyelesaikan masalah pribadi maupun kedinasan, melainkan harus dikomunikasikan dengan baik kepada senior atau atasan.

Usai merampungkan agenda di Karanganyar, Pangdam beserta rombongan pejabat Kodam IV/Diponegoro bertolak menggunakan helikopter menuju Kabupaten Sragen untuk meninjau kesiapan Yonif TP 451/Satria Mangkubumi. Di wilayah Sragen, rombongan disambut oleh Dandim 0725/Sragen Letkol Inf Dindin Rohidin. Peninjauan di Sragen ini menyasar dua lokasi penting, yakni Marshaling Area di Eks Pabrik Karet Kedawung PTPN I Regional 3 Batu Jamus Karanganyar dan dilanjutkan menuju Markas Komando Yonif 451/SM di Desa Katelan, Kecamatan Tangen, guna melihat langsung perkembangan konstruksi fasilitas satuan.

Saat memberikan pengarahan di hadapan 400 prajurit Yonif TP 451/Satria Mangkubumi, Pangdam memaparkan rencana besar pemerintah yang menargetkan pembentukan 750 batalyon serupa di seluruh Indonesia hingga tahun 2029, sehingga satuan ini nantinya akan menjadi tulang punggung kekuatan baru TNI Angkatan Darat. Terkait kondisi fasilitas pangkalan yang saat ini masih dalam tahap pembangunan awal, ia meminta seluruh prajurit untuk bersabar dan tetap menjaga moril karena proyek ini merupakan skala prioritas pemerintah yang nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas barak dan perumahan yang lebih baik dari satuan yang ada saat ini.

Menutup rangkaian kunjungannya, Pangdam menginstruksikan agar seluruh prajurit Yonif TP 451/SM terus mengasah kemampuan dasar militer seperti menembak, beladiri, dan menjaga postur fisik karena satuan ini harus siap dikerahkan ke medan operasi kapan saja. Beliau juga menekankan pentingnya bagi para senior untuk memberikan teladan yang baik kepada junior, menjaga nama baik institusi dengan menghindari tindakan kriminal, serta selalu menjaga komunikasi yang harmonis dengan warga sekitar tanpa melupakan ibadah sesuai dengan agama masing-masing kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Pewarta : Pendam IV/Diponegoro

Share This Article
Tidak ada komentar