JEMBER, suarapaginew.com – Polres Jember menggelar rapat kerja di ruang Rupatama Mapolres Jember pada Kamis (16/7), guna mendorong optimalisasi dan peningkatan kompetensi seluruh personel dalam rangka kesiapsiagaan penanganan bencana alam di wilayah Kabupaten Jember. Kegiatan ini sekaligus mengusung tema penerapan Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia untuk mempertahankan predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Wakapolres Jember Kompol Anthonio Effan Sulaiman, S.I.K., M.A., hadir langsung memimpin jalannya kegiatan, didampingi oleh pejabat utama Polres Jember serta narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember. Pertemuan ini menjadi wadah penyelarasan pemahaman mengenai potensi ancaman bencana serta langkah penanganan cepat dan tepat di lapangan.
Kompol Anthonio Effan Sulaiman menyampaikan bahwa Kabupaten Jember memiliki keragaman kondisi geografis yang rentan terhadap berbagai jenis bencana, mulai dari banjir, tanah longsor, kekeringan, hingga gelombang tinggi di wilayah pesisir. Oleh karena itu, setiap personel Polri diharapkan memiliki kemampuan teknis dan mental yang memadai saat bertugas di kondisi darurat.
Wahyudi BPBD Kabupaten Jember selaku narasumber memaparkan data pemetaan wilayah rawan bencana, prosedur peringatan dini, serta mekanisme koordinasi antarinstansi saat bencana terjadi. Penjelasan ini bertujuan memastikan tidak ada kendala komunikasi maupun tumpang tindih tugas saat tim gabungan dikerahkan ke lokasi kejadian.
Selain aspek kesiapsiagaan bencana, rapat ini juga menekankan pentingnya penerapan Sistem Manajemen SDM yang profesional, transparan, dan akuntabel. Peningkatan kualitas diri personel tidak hanya diukur dari kemampuan operasional semata, melainkan juga kepatuhan pada aturan serta komitmen menjaga integritas di setiap langkah pelayanan kepada masyarakat.
Kompol Anthonio menegaskan bahwa predikat WBK dan WBBM bukan sekadar penghargaan sesaat, melainkan tanggung jawab berkelanjutan yang harus dijaga bersama. Disiplin dalam pengelolaan sumber daya, bebas dari praktik korupsi, serta pelayanan yang ramah dan cepat menjadi kunci utama agar predikat tersebut tetap bertahan di Polres Jember.
Sebagai tindak lanjut kegiatan, Polres Jember berencana menyusun jadwal pelatihan rutin, simulasi penanggulangan bencana, serta pembinaan integritas secara berkala bagi seluruh jajaran. Setiap tahapan pelatihan akan dievaluasi guna memastikan peningkatan kemampuan personel berjalan sesuai standar yang ditetapkan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Polres Jember, BPBD, dan instansi terkait lainnya semakin kokoh. Masyarakat pun dapat lebih tenang dan percaya bahwa aparat keamanan di Jember selalu siap siaga memberikan perlindungan, keselamatan, serta pelayanan terbaik, baik dalam kondisi normal maupun saat menghadapi situasi bencana alam.
Pewarta : Win


