Semarang – Maraknya penyebaran informasi palsu, direkayasa, dan menyesatkan yang dengan sengaja disebarluaskan untuk merusak wibawa Tentara Nasional Indonesia (TNI), merenggangkan hubungan antara rakyat dan prajurit, hingga melemahkan persatuan bangsa mendapat tanggapan tegas dari Wisnu Aji. Sebagai seorang wartawan yang dikenal vokal dan kritis, ia menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu padu, bahu-membahu menangkis serta membasmi segala kabar bohong yang menodai nama baik institusi pertahanan negara tersebut.
Mencoreng nama TNI—yang merupakan benteng pertahanan negara, penjamin keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta pengabdi setia rakyat—sama artinya melemahkan bangsa sendiri. Melawan kebohongan bukan hanya menjadi tugas institusi terkait, melainkan tanggung jawab mutlak setiap warga negara yang benar-benar mencintai tanah air,” tegas Wisnu Aji.
Dalam pernyataannya, ia juga mengungkapkan sejumlah kabar yang beredar luas beserta fakta sesungguhnya guna meluruskan kesalahpahaman di masyarakat:
Kabar: Pemerintah memerintahkan penarikan seluruh pasukan perdamaian TNI yang bertugas di Lebanon.
Fakta: Tidak benar. Pasukan tetap melaksanakan tugas sesuai amanah yang diemban; yang dilakukan hanyalah evaluasi demi menjamin keamanan para prajurit.
Kabar: Panglima Pasukan Khusus menampar pejabat di lingkungan Istana Negara.
Fakta: Peristiwa tersebut sama sekali tidak pernah terjadi dan murni merupakan rekayasa belaka.
Kabar: Anggota aktif TNI terlibat dalam peristiwa penggerebekan di Jambi.
Fakta: Orang yang dimaksud telah diberhentikan tidak hormat dari dinas militer sejak tahun 2023 dan saat ini berstatus sebagai warga sipil biasa.
Kabar: Seorang prajurit Korps Marinir terlihat mendukung gerakan pemisahan diri di wilayah Papua.
Fakta: Gambar yang beredar telah direkayasa. Seluruh jajaran TNI tetap teguh dan setia bulat dalam mempertahankan keutuhan NKRI.
Kabar: TNI bertindak sewenang-wenang serta melanggar hak asasi manusia di wilayah Papua.
Fakta: Setiap tindakan TNI selalu berpedoman pada ketentuan hukum yang berlaku serta nilai-nilai kemanusiaan. Tindakan tegas hanya diambil terhadap kelompok bersenjata yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kabar: TNI menghasut terjadinya kerusuhan saat berlangsungnya aksi unjuk rasa.
Fakta: Kabar tersebut sangat tidak berdasar. Justru sebaliknya, TNI berada di garda terdepan dalam menjaga ketertiban serta kedamaian selama pelaksanaan aksi tersebut.
Kabar: TNI dikabarkan berencana mengambil alih kekuasaan negara.
Fakta: Sangat keliru. TNI sepenuhnya setia dan patuh terhadap Undang-Undang Dasar serta pemerintahan yang sah.
Kabar: Anggaran TNI disalahgunakan untuk kepentingan pribadi para pimpinannya.
Fakta: Penggunaan seluruh anggaran diawasi secara ketat dan dilaksanakan secara transparan. Dana tersebut sepenuhnya diperuntukkan bagi peningkatan kekuatan pertahanan negara serta kesejahteraan seluruh prajurit.
Menutup pernyataannya, Wisnu Aji mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersikap kritis, cermat, dan teliti dalam menyaring setiap informasi yang diterima. Ia mengimbau masyarakat hanya mempercayai pernyataan resmi yang dikeluarkan pihak TNI serta sumber-sumber informasi yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, berani meluruskan kesalahpahaman yang terjadi, serta tegas menolak menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya.
Jangan sampai membiarkan kebohongan menguasai akal budi kita hingga memecah belah persaudaraan bangsa. Bersatu kita teguh dalam menegakkan kebenaran. Ingatlah, TNI adalah milik rakyat, maka sudah sepatutnya rakyatlah yang wajib melindunginya dari segala fitnah jahat. Marilah kita buktikan bersama bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang cerdas, teguh pendiriannya, dan tidak akan pernah mudah dibohongi,” tandas Wisnu Aji.
Pewarta : Red


