Salatiga — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salatiga kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan prima kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP), khususnya di bidang kesehatan. Pada hari ini (25/04/25), seorang WBP dirujuk ke Rumah Sakit DKT Dr. Asmir untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Proses rujukan dilakukan dengan pengawalan ketat oleh petugas pengamanan Rutan Salatiga, didampingi dokter rutan serta aparat kepolisian guna memastikan keamanan dan kelancaran selama perjalanan hingga penanganan di rumah sakit.
Dokter Rutan Salatiga, Ihsan, menjelaskan bahwa WBP yang bersangkutan dirujuk karena mengalami kondisi kesehatan yang menurun sejak kemarin.
“Yang bersangkutan mengalami demam, sakit kepala, dan kondisi tubuh yang lemas. Selama WBP sakit, kami sudah berikan perawatan dan obat untuk dikonsumsi, namun kondisi kesehatannya belum membaik. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, kami melakukan rujukan ke rumah sakit sebagai deteksi awal,” jelasnya.
Berdasarkan hasil diagnosis dari tim medis rumah sakit, WBP tersebut diketahui menderita demam berdarah dan tipes sehingga membutuhkan penanganan intensif.
Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Rutan Salatiga, Ruwiyanto, membenarkan adanya rujukan tersebut sebagai bagian dari upaya pelayanan kesehatan maksimal kepada warga binaan.
“Kami sudah menyediakan poliklinik dan tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan prima bagi WBP. Kami juga akan merujuk WBP ke rumah sakit selama syarat administrasinya lengkap dan telah melalui proses TPP yang berjalan,” ungkapnya.
Langkah cepat ini menjadi bukti nyata bahwa Rutan Salatiga terus berkomitmen dalam menjamin hak-hak dasar warga binaan, khususnya dalam memperoleh layanan kesehatan yang layak dan profesional.
Pewarta : Tim/Red


