Bukan Luka Kecelakaan, Pelajar di Jember Diduga Dianiaya Usai Tabrakan, Keluarga Lapor Polisi

SUARA PAGI
2 Min Read

JEMBER, Suarapaginews.com – Niat menyelesaikan kecelakaan secara kekeluargaan berujung laporan polisi. Seorang pelajar SMA di Kecamatan Balung, Jember, diduga menjadi korban penganiayaan oleh pengendara lain usai terlibat tabrakan.

 

Insiden bermula Kamis malam, 26 Maret 2026, pukul 19.04 WIB. Di Jalan Raya depan Desa Karang duren, dua sepeda motor bertabrakan. R, 16, pelajar SMA Darul Sefpian, melaju dari arah timur. Dari arah berlawanan, A bersama istrinya hendak belok kanan.

 

Tabrakan terjadi diduga karena A tidak memperhatikan arus lalu lintas dari depan. R dilarikan ke Puskesmas Karang duren Namun menurut keluarga, luka di wajah R bukan akibat benturan. “Anak saya dipukul bertubi-tubi sampai tidak sadar dan berdarah. Padahal dia masih di bawah umur,” kata orang tua korban.

 

Istri A yang juga menjadi korban laka lantas telah menjalani perawatan di RS Kaliwates Jember selama dua hari.

 

Pihak keluarga korban dan perangkat Desa Karang Semanding mengaku sudah berupaya mediasi dengan mendatangi rumah A di Desa Karang Duren. Namun hampir sebulan berlalu, iktikad baik dari A tak kunjung datang.

 

Merasa tidak ada penyelesaian, keluarga R akhirnya melayangkan laporan ke Polsek Balung pada Kamis, 23 April 2026, atas dugaan penganiayaan terhadap anak di bawah umur.

 

Kapolsek Balung belum dapat dikonfirmasi hingga berita ini ditulis.

 

Pewarta : Slamet raharjo

Share This Article
Tidak ada komentar