Kapolres Bersama Forkopimda Tinjau Tanggul Jebol, Ribuan Warga Demak Terdampak Banjir

SUARA PAGI
2 Min Read

Demak – Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah, S.E bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan monitoring tanggul Sungai Tuntang dan Sungai Cabean yang jebol akibat curah hujan tinggi dan meningkatnya volume air, yang terjadi pada Senin (16/2).

Dampak dari jebolnya tanggul tersebut cukup luas. Tercatat ratusan kepala keluarga (KK) terdampak banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 70 sentimeter. Selain merendam permukiman warga, banjir juga menggenangi ratusan hektar lahan pertanian. Kerugian akibat peristiwa ini diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Terdapat tiga titik tanggul jebol, yakni satu titik di Sungai Cabean, Dukuh Singopadu, Desa Sidorejo, Kecamatan Karangawen. Sementara dua titik lainnya berada di Sungai Tuntang, masing-masing di Dukuh Dempel, Desa Pilangwetan serta Dukuh Wareng, Desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung.

Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah, S.E menyatakan pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) guna mempercepat perbaikan tanggul yang rusak.

“Kami akan bekerja sama dengan BBWS serta melibatkan TNI, Polri, BPBD, dan relawan agar proses penanganan tanggul jebol dapat segera dilakukan dan dampaknya tidak semakin meluas,” kata Bupati Eisti’anah, Selasa (17/2/2026).

Di lokasi yang sama, Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra memastikan jajaran kepolisian bergerak cepat membantu warga terdampak. Pasukan Siaga Bhayangkara Polres Demak diterjunkan untuk melakukan evakuasi masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak, serta membantu pengamanan lingkungan.

“Kami telah menerjunkan Pasukan Siaga Bhayangkara untuk membantu evakuasi warga serta memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” kata AKBP Samel.

Selain merendam permukiman, jebolnya tanggul Sungai Tuntang juga menyebabkan jalan utama penghubung Purwodadi–Semarang terputus sepanjang kurang lebih 25 meter. Akibatnya, arus lalu lintas lumpuh total dan dialihkan ke jalur alternatif.

Personel gabungan TNI, Polri, BPBD, PMI bersama masyarakat juga melakukan kerja bakti membersihkan lumpur yang menutup badan jalan guna mempercepat pemulihan akses transportasi.

“Kita terus berkoordinasi dengan BBWS karena debit air tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga tekanan pada tanggul meningkat dan menyebabkan jebol. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem,” pungkasnya.

Pewarta : Munthohar_Ershi

Share This Article
Tidak ada komentar