Semarang – Bencana banjir masih melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah (Jateng) dan menyebabkan ribuan warga terpaksa mengungsi. Guna mengoptimalkan penanganan darurat serta mengurangi intensitas hujan, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Jateng resmi diperpanjang hingga Sabtu, 24 Januari 2026.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menyampaikan bahwa banjir hingga kini masih terjadi di beberapa daerah, di antaranya Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Kudus, dan Pati.
“Update terakhir yang saya terima, di Kabupaten Pekalongan masih ada sekitar 1.800-an pengungsi. Kota Pekalongan masih di atas 2.000 pengungsi, Kudus sekitar 2.200 orang, dan Pati sekitar 1.100 pengungsi.
Sementara Jepara sudah tidak ada genangan,” ujar Bergas saat ditemui di lingkungan Pemprov Jateng, Kecamatan Semarang Selatan, Kamis (22/1/2026).
Menurutnya, dampak kerugian akibat banjir terbilang cukup besar. Setiap rumah yang terdampak banjir diperkirakan mengalami kerugian minimal Rp 2 juta.
“Kalau satu rumah saja minimal rugi Rp 2 juta, tinggal dikalikan dengan jumlah rumah yang terdampak. Itu baru kerugian aset masyarakat, belum termasuk sawah, infrastruktur, dan fasilitas umum,” jelasnya.
Sebagai upaya mempercepat surutnya banjir dan menekan curah hujan ekstrem, BPBD bersama BNPB kembali melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca. OMC sebelumnya telah dilaksanakan pada 15–20 Januari 2026, dan kini diperpanjang hingga 24 Januari sambil terus memantau perkembangan cuaca.
“Kalau nanti kondisi cuaca masih belum mendukung, sangat dimungkinkan OMC akan kembali diperpanjang,” tambah Bergas.
Saat ini, BPBD Jateng bersama relawan, TNI, dan Polri masih fokus pada evakuasi warga terdampak, khususnya kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas. Kebutuhan logistik, makanan, serta tempat pengungsian juga terus dipenuhi.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Teman-teman di lapangan terus bekerja mengevakuasi dan memastikan kebutuhan dasar warga tercukupi,” tegasnya.
Sementara itu, berdasarkan prakiraan BMKG, wilayah Jawa Tengah diperkirakan masih akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat hingga Februari 2026. Masyarakat pun diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana lanjutan.
“Ketika cuaca ekstrem terjadi, segera laporkan ke pihak terkait dan siapkan jalur evakuasi agar tidak terjadi kepanikan,” pungkasnya.
Pewarta : Red /Tim


