Polres Demak Hadirkan Jembatan Aman untuk Warga

SUARA PAGI
3 Min Read

Demak – Kepolisian Resor (Polres) Demak, Jawa Tengah, merampungkan pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi sepanjang 30 meter yang menghubungkan Kelurahan Kadilangu dengan Kampung Domenggalan, Kelurahan Bintoro, Kabupaten Demak. Jembatan tersebut kini menjadi salah satu akses penghubung utama bagi aktivitas masyarakat di kedua wilayah.

Pembangunan jembatan ini dilatarbelakangi oleh peristiwa tragis yang terjadi pada Selasa (25/11/2025) malam, ketika seorang bocah berusia tujuh tahun terperosok dan jatuh ke Sungai Jajar saat menyeberangi jembatan lama yang terbuat dari bekas rel kereta api. Korban saat itu tengah pulang mengaji bersama dua kakaknya sambil menuntun sepeda ontel. Kondisi jembatan yang gelap serta adanya papan yang berlubang diduga menjadi penyebab korban terjatuh hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia.

Menindaklanjuti kejadian tersebut dan sesuai arahan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Polres Demak bergerak cepat membangun jembatan baru yang layak dan aman dilalui masyarakat. Proses pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi tersebut berlangsung selama kurang lebih satu bulan.

Jembatan Merah Putih Presisi di Demak merupakan bagian dari program pembangunan 19 jembatan presisi di wilayah hukum Polda Jawa Tengah yang diresmikan langsung oleh Kapolri pada Selasa (14/1/2026) di Jembatan Merah Putih Presisi yang menghubungkan Desa Cucukan dan Desa Kotesan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten.

Nurkholis (47), warga Kampung Domenggalan sekaligus ayah dari bocah korban, menyampaikan rasa terima kasih atas pembangunan jembatan Presisi yang kini berdiri kokoh di atas Sungai Jajar. Ia menuturkan bahwa jembatan lama sebelumnya sangat rawan karena hanya berupa papan kayu dan titian besi bekas rel kereta api.

“Jembatan ini menjadi akses utama warga dari Kelurahan Kadilangu ke Kelurahan Bintoro. Alhamdulillah sekarang lebih aman dan tidak lagi membahayakan,” ujar Nurkholis.

Kasi Humas Polres Demak, Iptu Said Nu’man Murod, menjelaskan bahwa Jembatan Merah Putih Presisi dibangun dengan konstruksi beton dan dilengkapi pagar besi guna meningkatkan keamanan serta kenyamanan warga saat melintas.

“Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga sebagai upaya memperkuat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat,” kata Iptu Said di Mapolres Demak, Jumat (16/1).

Ia menambahkan, pembangunan jembatan tersebut juga merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang prihatin terhadap kondisi anak-anak sekolah di desa yang selama ini harus menyeberangi sungai atau menempuh jarak lebih jauh akibat belum tersedianya jembatan yang layak.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat sekitar yang turut membantu proses pengerjaan jembatan. Sinergi ini sejalan dengan semangat Polri untuk Masyarakat,” pungkasnya.

 

Pewarta : Sigit_Nts

Share This Article
Tidak ada komentar