Relawan Banjir Aceh Mengaku Dipalak Oknum Dishub di Palembang, Bantuan Kemanusiaan Terhambat

SUARA PAGI
3 Min Read

Palembang – Perjalanan kemanusiaan tim relawan asal Jakarta yang membawa bantuan untuk korban banjir di Aceh berubah mencekam. Saat melintas di Kota Palembang, Sumatera Selatan, mereka mengaku mengalami dugaan pemalakan oleh oknum petugas Dinas Perhubungan (Dishub), meski telah menjelaskan bahwa kendaraan yang digunakan membawa bantuan penting bagi warga terdampak bencana menjelang bulan suci Ramadan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (7/1/2026) siang, saat rombongan relawan keluar dari Tol Keramasan, tepatnya di depan Terminal Karya Jaya, Kecamatan Kertapati. Mobil relawan bernomor polisi B 1025 EIX yang mengangkut mesin pemurnian air serta perlengkapan ibadah justru diberhentikan dan ditilang.

Kevin, salah satu relawan dalam tim tersebut, mengungkapkan bahwa oknum Dishub yang menghentikan mereka diduga telah mengetahui status rombongan sebagai relawan kemanusiaan. Namun hal itu tidak membuat kendaraan mereka dilepaskan.

“Sepertinya mereka sudah tahu kami ini relawan, tapi tetap nggak dilepas,” ujar Kevin saat dikonfirmasi.

Demi menjaga agar bantuan kemanusiaan tetap bisa sampai tepat waktu ke Aceh, Kevin mengaku memilih tidak memperpanjang masalah. Ia bahkan berupaya menyelesaikan persoalan secara damai.

“Saya bilang nggak mau ribet, maunya gimana. Saya kasih Rp50 ribu, tapi dia nggak mau, katanya kurang,” ungkapnya.

Situasi semakin menekan ketika salah satu oknum melontarkan ucapan yang dinilai bernada ancaman, seolah keselamatan perjalanan panjang menuju Aceh menjadi taruhan.
“Dia bilang, ‘perjalanan masih jauh, mau aman nggak?’ ngomongnya seperti itu,” kata Kevin.

Tak hanya itu, salah satu anggota relawan lainnya juga disebut sempat mendapat tekanan dari beberapa orang di lokasi. Karena kondisi ramai dan sulit menghindar, Kevin akhirnya maju sendiri untuk menghadapi oknum Dishub tersebut.

“Teman saya dirempuk tiga orang. Akhirnya saya yang ngadep, saya ditarik ke seberang ke posnya, ngobrol lama, tapi tetap nggak mau ngelepasin kami,” tuturnya.

Kevin menegaskan, sejak awal pihaknya telah menjelaskan bahwa kendaraan tersebut membawa bantuan kemanusiaan hasil asesmen kebutuhan korban banjir Aceh, mulai dari mesin pemurnian air bersih hingga perlengkapan salat yang sangat dibutuhkan warga untuk menyambut Ramadan. Namun penjelasan tersebut disebut tidak mendapat respons.

Peristiwa ini menuai keprihatinan publik, lantaran dugaan pemalakan justru dialami relawan yang tengah menjalankan misi kemanusiaan lintas daerah.

Bantuan yang seharusnya menjadi prioritas kemanusiaan, malah terhambat oleh tindakan oknum yang mencederai semangat solidaritas dan empati terhadap korban bencana.

 

Pewarta : team/Red

Share This Article
Tidak ada komentar