Pohuwato – Aksi kekerasan terjadi di sebuah salon kecantikan di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Seorang kasir salon berinisial IT (25) menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh rekan kerjanya sendiri, JN (28), hanya karena persoalan tarif layanan kepada pelanggan.
Peristiwa tersebut terekam kamera CCTV dan videonya viral di media sosial.
Dalam rekaman itu terlihat pelaku mengenakan kaos dan celana pendek hitam menghampiri korban yang sedang berada di meja kasir. Pelaku sempat berbalik, namun kemudian kembali dengan emosi dan menendang kursi kasir.
Tak berhenti di situ, pelaku menarik korban hingga terjatuh, lalu membantingnya ke lantai dan menendangnya. Aksi brutal itu disaksikan langsung oleh sejumlah pelanggan yang berada di dalam salon.
“Iya, diduga korban ditampar, dilempar pakai sisir hingga mengenai wajahnya, kemudian dibanting dan ditendang,” ujar Wakapolres Pohuwato Kompol Heny Mudji Rahaju, dikutip dari detikSulsel, Minggu (28/12/2025).
Menurut Kompol Heny, penganiayaan bermula dari cekcok antara korban dan pelaku terkait tarif layanan salon. Saat itu, korban selaku kasir memberikan harga Rp200 ribu kepada seorang pelanggan. Namun pelaku yang berprofesi sebagai penata rambut merasa harga tersebut terlalu murah dan tidak sesuai ketentuan.
“Korban menjelaskan bahwa tarif Rp200 ribu memang sudah menjadi ketentuan salon. Namun terduga pelaku tidak terima, marah-marah, hingga terjadi adu mulut yang berujung pada penganiayaan,” jelasnya.
Insiden tersebut terjadi di salon yang berlokasi di Desa Marisa Utara, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, pada Jumat (26/12/2025) sekitar pukul 21.00 Wita.
Korban yang tidak terima atas perlakuan tersebut langsung melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian. Polisi pun bergerak cepat dengan mengamankan pelaku pada Sabtu (27/12/2025).
“Iya, korban sudah melaporkan kasus dugaan tindak kekerasan atau penganiayaan, dan terduga pelaku telah kami amankan,” pungkas Kompol Heny.
Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian guna proses hukum lebih lanjut.
Pewarta : Red


