Program DPR RI Jamaludin Malik Berikan Penerangan bagi Warga Belum Teraliri Listrik PLN di Kabupaten Demak

SUARA PAGI
2 Min Read

Demak, 24 Desember 2025 –
Program bantuan penerangan yang digagas oleh Anggota DPR RI Jamaludin Malik, S.H., M.H. memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Demak yang hingga kini belum terjangkau jaringan listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN), khususnya di wilayah pelosok.

Salah satu penerima manfaat, Ibu Marfuatun, warga Desa Gebang Krasak, Kecamatan Bonang, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan penerangan yang diterimanya. Selama bertahun-tahun, ia dan keluarganya harus menjalani aktivitas malam hari dengan penerangan yang sangat terbatas.

“Alhamdulillah, sekarang rumah kami sudah terang. Anak-anak bisa belajar lebih nyaman di malam hari. Terima kasih kepada Bapak Jamaludin Malik yang sudah peduli dengan kondisi kami,” ujar Ibu Marfuatun dengan penuh haru.

Program bantuan ini dinilai sangat membantu masyarakat yang belum terjangkau listrik PLN.

Kehadiran penerangan tidak hanya berdampak pada kenyamanan rumah tangga, tetapi juga meningkatkan rasa aman, mendukung pendidikan anak-anak, serta membuka peluang produktivitas ekonomi warga di pedesaan.

Inisiatif yang diusung oleh Jamaludin Malik tersebut dipandang sebagai bentuk nyata kehadiran wakil rakyat dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat. Warga pun berharap program serupa dapat terus berlanjut dan diperluas hingga seluruh wilayah Kabupaten Demak dapat menikmati akses listrik secara permanen dari PLN.

Sejumlah pemerhati kebijakan publik menilai, masih adanya warga yang belum teraliri listrik menunjukkan perlunya sinergi yang lebih kuat antara DPR RI, pemerintah daerah, dan PLN agar program elektrifikasi nasional benar-benar merata,

“Listrik bukan sekadar kebutuhan tambahan, melainkan hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi oleh negara,” demikian pandangan yang berkembang di tengah masyarakat.
Program ini menjadi bukti bahwa kehadiran negara melalui wakil rakyat mampu membawa perubahan konkret bagi kehidupan masyarakat di daerah terpencil.

 

Pewarta : Tim/Red

Share This Article
Tidak ada komentar