Belitung, Bangka Belitung — Sebuah surat terbuka yang ditulis oleh Obri, warga Desa Selat Nasik, Kecamatan Selat Nasik, Kabupaten Belitung, mendadak menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial. Surat tersebut ditujukan kepada Menteri Keuangan Republik Indonesia dan menyoroti dugaan persoalan transparansi dalam pengelolaan Dana Desa.
Surat terbuka itu diunggah melalui akun Facebook Obri Dragonsn dan dengan cepat menyebar luas, memicu beragam reaksi dari warganet. Banyak masyarakat, baik dari Selat Nasik, Pulau Mendanau, hingga luar daerah, turut memberikan dukungan dan menyuarakan keprihatinan serupa.
Dalam suratnya, Obri menyampaikan keresahan warga terkait pembangunan desa yang dinilai belum merata serta belum berdampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut dipertanyakan mengingat Dana Desa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terus dikucurkan setiap tahun.
Menurut Obri, Dana Desa merupakan uang negara yang wajib dikelola secara transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Ia menegaskan bahwa sikap kritis yang disampaikan bukanlah untuk mencari konflik, melainkan sebagai bentuk kepedulian dan partisipasi aktif warga dalam mengawal penggunaan keuangan negara.
“Ini bukan soal menyerang siapa pun, tetapi tentang hak masyarakat untuk tahu ke mana uang negara digunakan,” tulis Obri dalam suratnya.
Langkah Obri menuai apresiasi luas dari warganet. Banyak pihak menilai surat terbuka tersebut sebagai bentuk keberanian warga dalam menyampaikan aspirasi secara santun, beretika, dan bertanggung jawab. Tak sedikit pula yang mendorong agar dilakukan audit serta pengawasan terbuka terhadap pengelolaan Dana Desa di wilayah tersebut.
Hingga kini, surat terbuka tersebut masih terus diperbincangkan di berbagai platform media sosial. Publik berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait segera memberikan klarifikasi dan respons resmi guna menjawab keresahan masyarakat serta memulihkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan Dana Desa.
Pewarta : Jazid/Red


