tanah sengketa”.warga sekarang meminta kembalikan lahan warisan nenek moyang kami

SUARA PAGI
3 Min Read

Jember.suara paginews com

Puluhan warga Desa pondok di kecamatan semboro kabupaten jember menggelar aksi demontrasi nuntut ke PT asfram yg di Suko kulon..minta penjelasan HGU hidup atau mati Rabu.17/12.2025.aksi ini merupakan dari serangkaian protes serupa sebelumnya di lakukan masyarakat namun belum membuahkan hasil .

masyarakat dalam aksi tersebut di dampingi ole kuasa hukum LP. KPK saudara bapak purnadi langgeng utomo menuntut untuk kembalikan lahan mereka yg turun menurun dari nenek moyang atau memberi ganti rugi sesuai dengan surat yg bertanda bukti leter C yang meraka memiliki

masyarakat meminta kembalikan lahan tanah yang sudah puluhan tahun PT asfram menguasai lahan tersebut.

menurut salah satu orasi .Kami meminta PT asfram segera mengembalikan di duga lahan milik masyarakat yang di warisin nenek moyang.yang di jadikan kebun karet dan kako tegas salah satu orasi.

berdasarkan informasi yang di himpun lahan sengketa tanah kurang lebih dari seluas sekitar 380 hektar sengketa terduga tanah tersebut sudah lama di kuasai dua PT asfram dan PT BUDI DUTA ARGO MAKMUR

Ini sesuai dengan aturan yang berlaku di beberapa lembar karena pada waktu itu sebagian besar diminta oleh petugas yang mendampingi PT tersebut pada waktu itu memang masih pajaknya atau pepel karena itu di tahun 60 jadi masih belum terdaftar di BPN atau pemerintah berarti pada waktu itu masih berupa petok yang namanya terponding dan macam-macamnya itu seperti itu

kegiatan ini bagaimana kalau harapan saya jelas jadi mohon pejabat-pejabat terkait yang berkaitan dengan masalah ini jangan dipersulit mohon dibantu toh serta diluruskan sesuai dengan data yang  sesuai dengan aturan yang ada karena masyarakat Jember

ini sangat membutuhkan lahan tersebut baik sebagian untuk cocok tanam maupun untuk tempat tinggal karna ahli waris sekarang hidupnya di tanah orang dan sangat kasihan untuk itu kami mohon kepada bapak presiden Prabowo Subianto bantu rakyatmu”. untuk.tempat tinggal”.tapi sekarang masih banyak warga yang di tempat tinggal di tepi sungai dan di lereng gunung yang rawan longsor bahkan ada rumah yang hampir longsor karna kenak banjir sampe naik ke ke pemukiman rumah warga”.ujarnya”.
Pak purnadi langgeng utomo dari LP KPK lembaga pengawasan kebijakan pemerintah dan keadilan

Pewarta.slamet raharjo

Share This Article
Tidak ada komentar