Warga Blerong Guntur Geger: Bantuan Pangan Diduga Tidak Sesuai, Sisa Bansos Jadi Misteri

SUARA PAGI
2 Min Read

Demak — Suasana Desa Blerong, Kecamatan Guntur, mendadak ramai oleh suara keluhan dan tanya besar dari warga. Bantuan pangan yang seharusnya menjadi angin segar bagi masyarakat kurang mampu, justru memunculkan tanda tanya besar dan kegelisahan baru.

Sejumlah warga mengaku hanya menerima 1 karung beras dan 2 botol minyak goreng, padahal informasi yang beredar menyebutkan bahwa setiap penerima berhak atas 2 karung beras dan 4 botol minyak goreng. Kesenjangan jumlah ini membuat warga mulai mempertanyakan, “Ke mana sisa bantuan itu pergi?”

“Yang kami terima tidak sesuai. Seharusnya dua beras, empat minyak. Tapi cuma separuhnya. Tidak ada penjelasan sama sekali. Kami hanya bisa bertanya-tanya,” ujar seorang warga yang tampak kecewa.

Kondisi makin memanas ketika fakta lain muncul: warga miskin yang seharusnya paling berhak justru banyak yang tidak terdata. Beberapa warga yang benar-benar hidup dalam kesulitan ekonomi mengaku tidak tersentuh bantuan, bahkan bantuan tunai (BLT) sekalipun.

Salah satunya adalah A, warga yang hidup serba kekurangan namun tak pernah sekalipun menerima bantuan dari program apapun.
“Saya tak pernah dipanggil, tak pernah dapat beras, minyak, atau BLT. Seolah-olah nama saya tidak pernah ada di daftar,” ungkapnya dengan nada pilu.

Keluhan yang terus berdatangan membuat suasana desa semakin penuh tekanan. Warga menunggu jawaban atas misteri sisa bantuan yang tidak jelas ke mana rimbanya. Mereka berharap pemerintah desa segera memberikan penjelasan, membuka data penerima secara transparan, dan memastikan bantuan kembali tepat sasaran.

Hingga saat ini, pemerintah desa dan pihak terkait belum memberikan klarifikasi resmi. Media masih berupaya meminta keterangan untuk mengungkap duduk perkara sebenarnya di balik kisruh pembagian bantuan di Desa Blerong.

 

Pewarta : AS/Red

Share This Article
Tidak ada komentar