Sejarah Baru Konservasi Indonesia: Badak Jawa “Musofa” Berhasil Ditranslokasi dengan Dukungan KAPA K-61 Marinir TNI

SUARA PAGI
4 Min Read

Ujung Kulon, Banten – Indonesia kembali menorehkan sejarah besar dalam dunia konservasi. Untuk pertama kalinya, seekor Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) bernama Musofa berhasil ditranslokasi dari habitat liarnya menuju Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA) di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK).

Operasi nasional bersandi “Operasi Merah Putih” ini menjadi tonggak penting upaya penyelamatan spesies endemik Indonesia yang kini tinggal puluhan ekor saja. Keberhasilan misi ini sekaligus menegaskan tingginya profesionalitas dan dukungan penuh Marinir TNI yang mengerahkan kendaraan amfibi KAPA K-61 sebagai penentu keberhasilan transportasi satwa besar di medan ekstrem.

Dipimpin Danrem 064/MY, Operasi Lintas Lembaga Berjalan Super Ketat

Operasi Merah Putih dipimpin langsung oleh Danrem 064/Maulana Yusuf Banten sebagai Dansatgas, didampingi Danlanal Banten dan Kepala Balai TNUK selaku Wakil Dansatgas. Seluruh langkah operasi dirancang dengan protokol keselamatan tinggi mengingat sifat misi yang berisiko dan melibatkan satwa dengan berat lebih dari satu ton.

Rangkaian persiapan dimulai sejak berminggu-minggu sebelumnya, termasuk simulasi penggunaan KAPA K-61 Marinir TNI untuk menguji manuver kendaraan saat membawa kandang khusus badak di jalur hutan, rawa, dan perairan TNUK.

TFG di Manggala Wanabakti Jadi Fondasi Operasi Berhasil

Pada 25 September 2025, Kementerian Kehutanan, TNI, dan Yayasan Badak Indonesia (YABI) menggelar Tactical Floor Game (TFG) di Auditorium Manggala Wanabakti, Jakarta.

TFG menjadi latihan strategis penting—memetakan rute aman, jalur evakuasi, respons risiko, pembagian peran, hingga skenario darurat. Tahapan ini diakui sebagai kunci yang memastikan operasi nyata berjalan presisi dan minim hambatan.

Musofa Masuk Pit Trap, Kondisi Stabil dan Siap Dipindahkan

Musofa akhirnya masuk ke pit trap pada 3 November 2025, dalam kondisi sehat tanpa luka atau patah tulang. Pemeriksaan medis dan penilaian stres langsung dilakukan oleh dokter hewan sebelum fase transportasi dimulai.

Evakuasi tahap awal dilakukan pada 4 November 2025 pukul 04.00 WIB, saat seluruh tim membawa kandang angkut melalui jalur hutan terjal yang licin menuju titik penjemputan KAPA K-61.

 

KAPA K-61 Marinir TNI: Sang Penakluk Medan Ekstrem

Bagian paling krusial operasi terjadi pada 5 November 2025 pukul 14.20 WIB, ketika kendaraan amfibi KAPA K-61 Marinir TNI mulai mengangkut kandang Musofa menembus rute laut menuju Legon Pakis.

KAPA K-61 menjadi faktor utama keberhasilan berkat:

kapasitas angkut besar,

kestabilan di jalur perairan dan lumpur,

minim getaran yang membantu menekan stres satwa.

Kandang tiba di Legon Pakis pukul 17.00 WIB dan langsung dipindahkan menggunakan truk menuju JRSCA.

Tiba di JRSCA, Musofa Siap Memulai Fase Adaptasi

Pada pukul 18.20 WIB, Musofa resmi tiba di JRSCA dan ditempatkan di kandang rawat (paddock) untuk proses habituasi. Tim dokter hewan dan keeper kini melakukan pemantauan intensif untuk memastikan adaptasi berjalan optimal.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa Indonesia memiliki kemampuan, perencanaan, dan kolaborasi tingkat tinggi dalam menangani misi konservasi berisiko tinggi.

Bukti Harapan Baru Bagi Pelestarian Badak Jawa

Translokasi Musofa membuka babak baru bagi upaya peningkatan populasi Badak Jawa—spesies yang kini hanya tersisa di TNUK. Dengan adanya kawasan studi dan konservasi khusus, pengembangan habitat, pengawasan, dan pengelolaan genetika dapat dilakukan lebih efektif.

Operasi monumental ini memperlihatkan bahwa penyelamatan satwa langka bukan hanya misi konservasionis, tetapi komitmen nasional yang melibatkan kekuatan negara, sains, dan solidaritas lintas lembaga.

 

Pewarta : Red

Share This Article
Tidak ada komentar