Jember – SuaraPagiNews.com, Semangat pembangunan di berbagai sektor kehidupan tengah digalakkan di seluruh penjuru negeri, seiring visi besar Presiden Republik Indonesia ke-8, Prabowo Subianto, dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga ke pelosok desa. Namun, di tengah gencarnya pembangunan nasional, masih ada daerah yang luput dari perhatian, seperti yang dialami warga Dusun Antrokan, Desa Banjarsari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember.
Selama puluhan tahun, bahkan sejak masa penjajahan Belanda, masyarakat dan para siswa di wilayah ini belum pernah menikmati infrastruktur jalan yang layak. Jalan sepanjang kurang lebih 750 meter yang menjadi akses utama menuju pusat Kecamatan Bangsalsari kondisinya memprihatinkan—penuh batu sebesar kepala manusia, kerikil tajam, dan sangat licin saat musim hujan. Akibatnya, aktivitas masyarakat menjadi terganggu, terutama bagi anak-anak sekolah yang setiap hari harus menempuh jalan terjal menuju sekolah.
Kepala Desa Banjarsari, Naning, saat ditemui pada Kamis (23/10/2025), mengatakan bahwa jalan tersebut merupakan jalur poros vital yang menghubungkan warga Antrokan dengan berbagai fasilitas penting seperti sekolah, kebun, dan perkantoran.
“Jalan ini satu-satunya akses utama menuju pusat kecamatan. Kami berharap pemerintah segera memperhatikan kondisi ini demi kelancaran aktivitas warga, khususnya anak-anak sekolah,” ujarnya.
Naning menambahkan, saat berkunjung ke SD Negeri 03 Banjarsari bersama jajarannya dan Partai Anak Cabang (PAC) Gerindra Kecamatan Bangsalsari, ia merasa terharu melihat kondisi bangunan sekolah yang sudah tidak layak ditempati.
“Bangunan sekolahnya pun banyak yang rusak. Sungguh memprihatinkan melihat semangat anak-anak belajar di tengah kondisi seperti ini,” tambahnya.
Sementara itu, AF, salah satu guru SDN 03 Banjarsari, mengungkapkan bahwa pihak sekolah sebenarnya telah berupaya menyampaikan keluhan melalui program Wadul Guse, namun hingga kini belum ada tindak lanjut.
“Kami mohon belas kasih pemerintah. Tolong kami para guru dan anak didik yang sangat membutuhkan jalan dan gedung sekolah yang layak. Kami ingin merasakan fasilitas yang sama seperti sekolah-sekolah lain,” tuturnya penuh harap.
Hal senada disampaikan oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Banjarsari, yang menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur di wilayahnya sangat mendesak.
“Banyak warga yang setiap hari melewati jalan ini untuk bekerja dan bersekolah. Sejak zaman kolonial Belanda sampai sekarang, jalan ini belum pernah tersentuh program pembangunan infrastruktur,” tegasnya.
Warga berharap, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dikenal berkomitmen membangun Indonesia dari pinggiran, keluhan mereka bisa segera mendapatkan perhatian nyata dari pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat.
Reporter: Slamet Raharjo
Editor: Redaksi Suara Pagi News


