Polres Kudus Siagakan Ratusan Personel Amankan Pembagian Nasi Jangkrik Buka Luwur Sunan Kudus

SUARA PAGI
3 Min Read

Kudus – Polres Kudus menurunkan 329 personel untuk mengamankan pembagian nasi berkat atau nasi jangkrik dalam puncak tradisi Buka Luwur Kanjeng Sunan Kudus 1448 H/2026 M. Pengamanan turut melibatkan personel dari Kodim 0722/Kudus, Satpol PP Kabupaten Kudus, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus.

Pengamanan diawali dengan apel di Jalan Menara, depan Masjid Menara Kudus, Kamis (25/6/2026) dini hari. Apel dipimpin langsung Kapolres Kudus Heru Dwi Purnomo.

Sebelum apel, Kabag Ops Polres Kudus Kompol Eko Pujiyono bersama para perwira pengendali melaksanakan Tactical Floor Game (TFG). Kegiatan itu dilakukan untuk mematangkan pola pengamanan, penempatan personel, rekayasa lalu lintas, serta jalur alternatif di sekitar kawasan Menara Kudus.

Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo mengatakan, ratusan personel tersebut disebar di sejumlah titik, mulai dari lokasi pembagian nasi berkat, jalur antrean masyarakat, titik pengalihan arus, hingga pos pelayanan dan kesehatan.

“Kami menurunkan ratusan personel untuk memastikan seluruh rangkaian pembagian nasi berkat berjalan aman, tertib, dan nyaman. Pengamanan ini tidak hanya soal menjaga situasi, tetapi juga memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata AKBP Heru Dwi Purnomo.

Tradisi Buka Luwur merupakan agenda tahunan yang digelar masyarakat di sekitar kawasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus.

Dalam rangkaian tradisi tersebut, luwur atau kain penutup makam Sunan Kudus diganti. Puncaknya ditandai dengan pembagian nasi berkat kepada masyarakat. Nasi berkat yang dikenal warga sebagai nasi jangkrik ini menjadi salah satu bagian yang paling dinantikan masyarakat.

Nasi jangkrik umumnya berisi nasi dengan lauk daging kerbau atau kambing, tahu, serta kuah santan, lalu dibungkus menggunakan daun jati. Bagi masyarakat, nasi jangkrik bukan sekadar hidangan, melainkan simbol keberkahan, kebersamaan, dan rasa syukur.

Antusiasme masyarakat pun selalu terlihat tinggi. Warga dari Kudus maupun luar daerah datang sejak dini hari untuk mengikuti antrean pembagian nasi berkat. Karena itu, pengamanan dan pengaturan arus masyarakat menjadi perhatian utama agar tradisi tetap berjalan tertib tanpa mengurangi kekhidmatan acara.

AKBP Heru meminta seluruh personel menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan tetap mengedepankan pendekatan humanis. Petugas juga diminta aktif memberikan informasi kepada masyarakat terkait rekayasa lalu lintas dan jalur alternatif.

“Apabila ada masyarakat yang membawa anak kecil maupun lansia, agar diprioritaskan. Jika ditemukan warga yang kelelahan, lemas, atau membutuhkan pertolongan, segera lakukan penanganan awal dan koordinasikan dengan tim medis,” ujarnya.

Selain itu, personel diminta terus mengimbau masyarakat agar tetap sabar, tertib, dan tidak saling berdesakan selama mengantre. Petugas juga akan menyampaikan informasi secara terbuka apabila ketersediaan nasi berkat mulai menipis.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mengikuti arahan petugas, menjaga barang bawaan, serta tidak memaksakan diri ketika antrean padat. Dengan kerja sama semua pihak, tradisi Buka Luwur dapat berlangsung aman, lancar, dan khidmat,” pungkasnya.

Pewarta : Humas Polres Kudus

Share This Article
Tidak ada komentar