BOYOLALI – Polres Boyolali menggelar rapat kerja bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Boyolali terkait rencana pelaksanaan Sensus Ekonomi Tahun 2026 di wilayah Kabupaten Boyolali, Selasa (9/6/2026), di Lobby Polres Boyolali.
Rapat dipimpin Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra, S.H., S.I.K., M.Si., dan dihadiri perwakilan BPS Kabupaten Boyolali, Pejabat Utama Polres Boyolali, Kapolsek jajaran, serta staf BPS Boyolali.
Dalam arahannya, Kapolres Boyolali menegaskan pentingnya kolaborasi antara Polri dan BPS untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Selain itu, masyarakat perlu diberikan pemahaman yang benar terkait kegiatan sensus guna mengantisipasi potensi penyalahgunaan identitas petugas oleh pelaku kejahatan.
Kapolres juga menyampaikan bahwa Polres Boyolali siap mendukung kegiatan tersebut melalui sosialisasi kepada masyarakat serta pengamanan dan pendampingan petugas BPS di lapangan agar pelaksanaan sensus berjalan aman dan lancar.
Sementara itu, perwakilan BPS Boyolali Bpk.Suharjo selaku penanggung jawab Sensus Ekonomi 2026 menjelaskan bahwa kegiatan pendataan akan dilaksanakan mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Sensus Ekonomi bertujuan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai struktur dan karakteristik ekonomi, perkembangan usaha, ekonomi digital, serta kondisi ekonomi lingkungan di Kabupaten Boyolali.
BPS juga menjelaskan bahwa petugas sensus akan dilengkapi identitas resmi dan atribut khusus untuk memudahkan masyarakat mengenali petugas yang sah. Sebanyak 1.182 petugas akan diterjunkan di seluruh wilayah Kabupaten Boyolali guna mendukung keberhasilan program nasional tersebut.
Melalui rapat kerja ini, Polres Boyolali dan BPS Kabupaten Boyolali berkomitmen memperkuat sinergi dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan dan penguatan sektor ekonomi di masa mendatang.
Pewarta : Humas Polres Boyolali


