Jember, 25 April 2026 – Potensi besar kopi dan tembakau di Jember kembali menjadi sorotan. Meski dikenal sebagai salah satu sentra utama kopi dan cerutu di Jawa Timur, perhatian dari pemerintah daerah dinilai masih belum maksimal dalam mendukung pengembangan sektor ini.
Hal tersebut disampaikan Ketua MAKI Jawa Timur, Heru, dalam kegiatan fasilitasi persiapan pameran “Jatim Spesial UMKM 2026” yang akan digelar pada 16–17 Mei mendatang. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang telah memasuki tahun ketiga pelaksanaannya di Jember.
Menurut Heru, Jember memiliki posisi strategis sebagai pusat kopi dan tembakau, bahkan disebut layak menjadi ikon utama Jawa Timur dalam dua komoditas tersebut. Namun, hingga kini dukungan konkret dari pemerintah dinilai masih minim.
“Sudah tiga kali pameran digelar, tapi belum ada langkah maksimal dari pemerintah untuk mengembangkan potensi ini secara berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam pameran tahun ini, panitia menyediakan stan gratis bagi pelaku UMKM kopi dan tembakau. Kegiatan akan dipusatkan di area lapangan voli dan basket, dengan harapan mampu meningkatkan daya tarik pengunjung serta memberikan dampak ekonomi langsung bagi pelaku usaha lokal.
Heru menegaskan bahwa pihaknya tidak lelah mendorong pemerintah Kabupaten Jember agar lebih serius memperhatikan nasib petani kopi dan tembakau, termasuk pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Meski demikian, ia mengungkapkan adanya sinyal positif dari pemerintah daerah. Komunikasi dengan Bupati Jember yang akrab disapa Gus Bupati disebut semakin intensif menjelang pelaksanaan event.
“Tahun ini insyaallah akan diluncurkan branding ‘Surga Kopi Indonesia’ di Jember oleh Bupati. Ini langkah besar agar kopi Jember bisa mendunia,” jelasnya.
Selain kopi, sektor tembakau dan cerutu juga akan turut dipromosikan dalam pameran tersebut sebagai bagian dari identitas ekonomi lokal yang kuat.
Heru berharap momentum ini dapat menjadi titik balik perhatian pemerintah daerah agar lebih fokus memberikan dukungan nyata, baik dalam bentuk kebijakan, pemasaran, maupun akses pasar bagi petani dan pelaku usaha.
“Jember ini bukan hanya bicara lokal, tapi sudah layak bicara di tingkat nasional bahkan global untuk kopi dan tembakau. Tinggal bagaimana pemerintah hadir lebih kuat,” pungkasnya.
Pewarta : Slamet Raharjo


