SEMARANG — Harapan besar disampaikan Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, kepada Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Tengah agar mampu menjadi motor penggerak koperasi modern yang berdampak nyata bagi perekonomian rakyat.
Menjawab harapan tersebut, Ketua Dekopinwil Jawa Tengah yang baru dikukuhkan, Sri Hartini, menegaskan kesiapan pihaknya untuk memperkuat sinergi lintas sektor sebagai langkah konkret kebangkitan koperasi.
Pernyataan itu disampaikan dalam momentum Pengukuhan Pimpinan Dekopinwil Jawa Tengah dan Rapat Kerja Wilayah 2026 di Wisma Perdamaian, Selasa (14/4).
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menekankan, Dekopinwil tidak cukup hanya berfokus pada pembentukan badan hukum koperasi, tetapi harus memastikan koperasi benar-benar aktif, produktif dan mampu menjadi pengungkit ekonomi rakyat, khususnya bagi pelaku UMKM.
“Amanah ini tidak ringan. Dekopin harus satu napas dengan Kementerian Koperasi,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya mendorong koperasi masuk ke tahap operasional yang kuat melalui kolaborasi usaha, termasuk membantu UMKM lokal melalui proses kurasi, inkubasi, hingga pembiayaan agar produknya dapat terserap di gerai koperasi desa/kelurahan.
“Kalau koperasi hanya berhenti di legalitas, dampaknya tidak akan terasa. Harus masuk ke sektor riil dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Pembenahan Struktural
Menjawab arah kebijakan tersebut, Sri Hartini menyatakan, bahwa langkah awal pasca pengukuhan adalah melakukan pembenahan struktural organisasi koperasi dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, sekaligus membangun sinergi dengan berbagai pihak.
“Usai dikukuhkan, kami langsung fokus pada penguatan struktur organisasi sekaligus membangun sinergi dengan pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota,” ungkapnya.
Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menghidupkan kembali koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Kolaborasi ini mencakup integrasi program dengan pemerintah, pelaku UMKM, hingga penguatan koperasi desa sebagai basis ekonomi masyarakat.
Sri Hartini juga menilai, kebijakan nasional yang kembali menempatkan koperasi sebagai instrumen utama ekonomi rakyat di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan daerah.
“Ini momentum kebangkitan koperasi. Kita harus mampu memperkuat kolaborasi dan memastikan seluruh potensi daerah terakomodasi,” tegasnya.
Sejalan dengan harapan Menteri Koperasi, Dekopinwil Jawa Tengah juga akan mendorong koperasi untuk masuk ke sektor produksi kebutuhan harian seperti produk rumah tangga dan pangan olahan, guna menciptakan efek ekonomi yang lebih luas serta memperkuat industri kecil di daerah.
Selain itu, penguatan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadi prioritas, sebagai pusat distribusi dan pemasaran produk masyarakat desa secara lebih terstruktur. Dukungan pembiayaan melalui skema seperti Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) juga diharapkan mampu memperluas akses modal bagi koperasi dan UMKM.
Dengan sinergi antara arahan pemerintah pusat dan komitmen kepengurusan baru, Dekopinwil Jawa Tengah diharapkan mampu menjadi contoh koperasi modern yang inklusif dan berdaya saing.
“Pasca pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, tetapi awal kerja nyata. Koperasi harus bangkit dan menjadi solusi bagi kesejahteraan rakyat,” pungkas Sri Hartini.
Pewarta : Am/Tim


