KLATEN – Polres Klaten kembali menggelar turnamen e-sport Mobile Legends dalam ajang Kapolres Klaten E-Sport Cup 2 sebagai upaya mendorong generasi muda menyalurkan minat dan bakat ke arah positif. Kegiatan ini diikuti puluhan tim dari berbagai wilayah di Kabupaten Klaten dan digelar di Aula Satya Haprabu Polres Klaten, Minggu (12/4/2026).
Sebanyak 64 tim dengan total ratusan peserta ambil bagian dalam turnamen ini. Para peserta yang didominasi kalangan remaja berkompetisi dalam format single elimination dengan sistem pertandingan best of three (BO3), mulai dari babak penyisihan hingga grand final.
Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan karakter generasi muda. Dalam pelaksanaannya, peserta juga mengikrarkan komitmen sebagai remaja yang taat hukum, disiplin, serta menjunjung tinggi nilai sportivitas dan etika.
Kapolres Klaten AKBP Moh. Faruk Rozi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepolisian dalam menyediakan wadah positif bagi generasi muda. Ia menilai e-sport dapat menjadi media pembinaan sekaligus pengembangan potensi remaja di era digital.
“Alhamdulillah, pada pagi hari ini Polres Klaten telah melaksanakan kegiatan turnamen e-sport seri 2 yang diikuti oleh 64 tim yang didominasi oleh remaja di Kabupaten Klaten. Kegiatan ini sebagai bentuk bahwa Polres Klaten menyiapkan wadah kegiatan positif agar remaja dapat tersalurkan pada hal-hal yang baik.” AKBP Moh. Faruk Rozi.
Ia menambahkan, para peserta juga diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dengan membawa nilai-nilai positif yang diperoleh selama mengikuti turnamen.
Menurut Kapolres, penyebutan peserta sebagai atlet e-sport juga bertujuan membangun mental sportivitas dan semangat fair play, sekaligus membuka peluang pengembangan karier di bidang olahraga digital.
“Ketika kita menyebut mereka sebagai atlet e-sport, di situ tertanam nilai sportivitas, fair play, serta pengembangan karier dan pembentukan komunitas yang positif. Harapannya mereka bisa menjadi duta kamtibmas di kalangan remaja.” AKBP Moh. Faruk Rozi.
Di sisi lain, Kapolres juga mengingatkan agar e-sport tidak disalahartikan sebagai aktivitas yang berlebihan hingga mengganggu tanggung jawab utama, terutama dalam pendidikan dan kehidupan sosial.
Ia menegaskan pentingnya keseimbangan antara hobi dan kewajiban agar generasi muda tetap produktif dan tidak terjerumus dalam dampak negatif penggunaan teknologi.
“E-sport jangan sampai menimbulkan kecanduan yang membuat mereka abai terhadap tanggung jawab pendidikan maupun kehidupan sosial di masyarakat.” AKBP Moh. Faruk Rozi.
Turnamen ini menyediakan total hadiah sebesar Rp10 juta dengan rincian juara pertama hingga harapan, serta hadiah tambahan berupa piala dan perangkat elektronik. Selain itu, kegiatan juga dirancang dengan tata tertib dan aturan yang ketat guna menjamin jalannya pertandingan yang fair dan profesional.
Melalui kegiatan ini, Polres Klaten berharap mampu membangun ekosistem e-sport yang sehat sekaligus memperkuat kedekatan antara kepolisian dan generasi muda. Pendekatan humanis melalui kegiatan kreatif dinilai menjadi langkah strategis dalam mencegah kenakalan remaja dan menciptakan lingkungan yang kondusif.
Pewarta : Humas Polres Klaten


